Bupati Sumenep Respons Larangan Warung Madura Buka 24 Jam

Minggu, 28 April 2024 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep sekaligis Pembina Perkumpulan Pedagang Kelontong Sumenep Indonesia (PPKSI) Achmad Fauzi Wongsojudo (lensamadura.com/istimewa)

Bupati Sumenep sekaligis Pembina Perkumpulan Pedagang Kelontong Sumenep Indonesia (PPKSI) Achmad Fauzi Wongsojudo (lensamadura.com/istimewa)

SUMENEP, lensamadura.com – Bupati Sumenep sekaligis Pembina Perkumpulan Pedagang Kelontong Sumenep Indonesia (PPKSI) Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan tanggapan terkait larangan warung Madura buka 24 jam.

Ia menilai, kebijakan dari Kementerian Koperasi UKM itu tidak berpihak kepada sektor Unit Mikro dan Menengah (UMKM) yang ada.

“Pengusaha mikro dan menengah, seperti toko kelontong Madura perlu mendapatkan perhatian. Jangan sampai diatur oleh aturan yang justru memberatkan,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Minggu, 28 April 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Ketua DPC PDI-P Kabupaten Sumenep itu, justru dengan keberadaan toko kelontong atau warung Madura menjadi salah satu penyumbang sektor ekonomi.

Baca Juga :  BPRS Bhakti Sumekar Berikan Beasiswa kepada Wisudawan Terbaik Uniba Madura

“Dan itu yang seharusnya diberikan kemudahan agar terus tumbuh dan berkembang di masyarakat,” imbuhnya.

Oleh karena itu, orang nomor satu di lingkungan Sumenep itu mengatakan, yang namanya perdagangan sekecil apapun pasti akan menyumbang kepada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Untuk larangan itu perlu dikaji ulang agar tidak menimbulkan keresahan bagi pelaku warung Madura, apalagi yang jualan bukan hanya orang Madura,” tandasnya.

“Tapi kalau ada aturan ya tentu memang harus dipatuhi, akan tetapi harapannya di pertimbangkan dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, ketua Umum Perkumpulan Pedagang Kelontong Sumenep Indonesia (PPKSI) Agro Wiyanto mengatakan, penyesuaian jam operasional pedagang itu sebenarnya hanya terjadi di kabupaten Klungkung, Bali. Aturan itu tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 13 tahun 2018 mengenai penataan pasar yang memuat pelarangan buka usaha 24 jam.

Baca Juga :  LaNyalla Ajak Kader PP Bantu Masyarakat Secara Konkret

“Dimana dalam Perda tersebut pedagang buka usaha dimulai pukul 10 pagi sampai pukul 22.00 WIT kalau hari kerja. Dan ini berlaku untuk semua pedagang, bukan hanya pedagang-pedagang Madura,” kata Agro Wiyanto.

Dia mengimbau agar semua pedagang Warung Madura mentaati aturan yang berlaku di daerah lain.

“Mungkin ini menyangkut kearifan lokal dan kultur masing-masing. Dalam Perda itu harus menghargai peraturan daerah dan kearifan lokal. Dan itu diprotes,” tambahnya.

Baca Juga :  Data PSU Perumahan Simpang Siur, Besok KPK RI Bakal Turun Lagi Ke Sumenep

Dia mengaku, sejauh ini belum melihat ada aturan resmi dari Kemenkop UKM yang melarang Warung Madura untuk buka 24 jam. Karena itu, dia meminta agar semua masyarakat dan warga Madura tidak terprovokasi dan bisa melihat kasus tersebut secara jernih.

Sebagaimana diketahui, imbauan terkait pembatasan jam operasional warung Madura di Klungkung, Bali dari Kemenkop-UKM mendapat respons dari berbagai pihak.

Sejumlah pihak mulai penjaga toko kelontong Madura sendiri, politisi, aktivis, Ansor Jatim, hingga Pj Gubernur Jatim, angkat bicara memberikan respons, kritik, dan protes terkait rencana pembatasan jam operasional warung Madura di Klungkung, Bali. (red)

Berita Terkait

PPP Sumenep Buka Pendaftaran Bacabup dan Bacawabup untuk Pilkada 2024
Pemkab Bangkalan Luncurkan Implementasi dan Sosialisasi SSK, Ini Tujuannya
Kapolres Pamekasan Dapat Penghargaan Pimpinan Institusi Peduli Kebebasan Pers
Garda Pemuda NasDem Sumenep Geram atas Fitnah dan Tudingan tak Terbuka soal Dana Banpol
Jelang Pilkada 2024, Wakil Ketua DPD Hanura Jatim Mudhor Ali Resmi Daftar Bacawabup Bangkalan
Poli Rehabilitasi Medik RSUD Sumenep Sediakan Layanan Kesehatan bagi Lansia Penderita Osteoarthritis
IPSI Sumenep Susun Program Kerja 2024-2028
Nyai Hj Romlah Rawatib kembali Pimpin Muslimat NU Sentol Laok Periode 2024-2029

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 14:14 WIB

PPP Sumenep Buka Pendaftaran Bacabup dan Bacawabup untuk Pilkada 2024

Jumat, 24 Mei 2024 - 13:52 WIB

Pemkab Bangkalan Luncurkan Implementasi dan Sosialisasi SSK, Ini Tujuannya

Jumat, 24 Mei 2024 - 10:38 WIB

Kapolres Pamekasan Dapat Penghargaan Pimpinan Institusi Peduli Kebebasan Pers

Kamis, 23 Mei 2024 - 09:01 WIB

Garda Pemuda NasDem Sumenep Geram atas Fitnah dan Tudingan tak Terbuka soal Dana Banpol

Rabu, 22 Mei 2024 - 20:48 WIB

Jelang Pilkada 2024, Wakil Ketua DPD Hanura Jatim Mudhor Ali Resmi Daftar Bacawabup Bangkalan

Selasa, 21 Mei 2024 - 17:12 WIB

Poli Rehabilitasi Medik RSUD Sumenep Sediakan Layanan Kesehatan bagi Lansia Penderita Osteoarthritis

Selasa, 21 Mei 2024 - 13:45 WIB

IPSI Sumenep Susun Program Kerja 2024-2028

Senin, 20 Mei 2024 - 20:52 WIB

Nyai Hj Romlah Rawatib kembali Pimpin Muslimat NU Sentol Laok Periode 2024-2029

Berita Terbaru