SUMENEP, LensaMadura.com – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep memperkuat kapasitas kader posyandu melalui supervisi fasilitatif pembudayaan hidup bersih dan sehat.
Kegiatan tersebut digelar di Posyandu Desa Kasengan, Kecamatan Manding, pada Senin, 24 Agustus 2026. Supervisi melibatkan kader dari tujuh posyandu, aparat desa, bidan desa, dan perawat desa.
Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg Ellya Fardasah, mengatakan supervisi fasilitatif tidak semata-mata ditujukan untuk mencari kekurangan dalam pelayanan. Pendekatan tersebut diarahkan untuk memberikan pendampingan sekaligus memperkuat kemampuan kader dalam menjalankan tugas sesuai standar.
“Supervisi bukan hanya untuk melihat kekurangan, tetapi bagaimana kita bersama-sama mencari solusi dan memberikan dukungan agar kader semakin mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” kata Ellya.
Menurut dia, peningkatan mutu pelayanan posyandu membutuhkan komunikasi dua arah antara kader dan tenaga kesehatan. Dengan komunikasi yang baik, berbagai kendala teknis di lapangan dapat dibahas dan diselesaikan bersama.
“Yang kami dorong adalah pola pembinaan yang lebih positif. Kader perlu mendapatkan bimbingan, dukungan, dan pelatihan secara berkelanjutan sehingga kualitas pelayanan di lapangan terus meningkat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Promosi Kesehatan (Promkes) Dinkes P2KB Sumenep memberikan sejumlah materi. Edukasi mengenai demam berdarah dengue (DBD) disampaikan Nurul Kamaria, sedangkan edukasi mengenai Cek Kesehatan Gratis (CKG) diberikan Yuli Mahendra.
Selain edukasi, kader juga mendapatkan bimbingan teknis yang disampaikan Ahmad Nawakil. Materi tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan kader dalam menjalankan pelayanan dan tugas di posyandu.
Supervisi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi sistem pencatatan dan pelaporan serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi kader dalam menjalankan pelayanan.
Dinkes P2KB Sumenep berharap pembinaan tersebut dapat meningkatkan kualitas kerja kader sekaligus mengoptimalkan fungsi posyandu sebagai salah satu layanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat.
“Kalau kapasitas kader semakin baik dan administrasi serta pencatatan juga tertata, pelayanan kepada masyarakat akan semakin optimal,” kata Ellya. (*)






