STIT Aqidah Usymuni Sumenep Lepas 55 Mahasiswa KPM ke Lima Desa di Kecamatan Ambunten

SUMENEP, LensaMadura.com – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA) Sumenep secara resmi melepas 55 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Kecamatan Ambunten, Sumenep, Senin, 10 Agustus 2026.

Kegiatan pelepasan sekaligus pembukaan KPM tersebut berlangsung di Kantor Kecamatan Ambunten.

Dirgahayu RI ke-81

Sebanyak 55 mahasiswa akan diterjunkan ke lima desa sasaran, yakni Desa Campor Barat, Ambunten Timur, Sogian, Beluk Raja, dan Bukabu.

Ketua STIT Aqidah Usymuni Sumenep, Dr. H. Ahmad Effendi, Lc., M.A., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Ambunten yang telah menerima dan memberikan fasilitas bagi mahasiswa selama pelaksanaan KPM.

Ia mengatakan, para mahasiswa telah dibekali berbagai keterampilan sebelum diterjunkan ke tengah masyarakat. Karena itu, mahasiswa diminta mampu menerapkan ilmu dan keterampilan tersebut secara positif selama menjalankan program pengabdian.

“Terima kasih kepada pihak kecamatan yang telah memberikan ruang bagi mahasiswa kami untuk mengabdi. Kami titip pesan kepada para peserta untuk selalu menjaga kesehatan, keamanan, serta etika selama bertugas. Silakan berlomba-lomba dalam mengembangkan program kerja, jaga nama baik almamater, dan tinggalkan kesan yang positif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan, Kiai Mohammad Zainul Alim, memberikan motivasi kepada mahasiswa agar menjadikan KPM sebagai bagian dari proses pembelajaran di luar kampus.

Menurutnya, pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

“Semoga KPM kali ini memberikan pengalaman berharga yang bermanfaat untuk masa depan kalian. Teruslah berkembang dalam menuntut ilmu, karena proses belajar itu berlangsung dari buaian ibu hingga ke liang lahat,” pesannya.

Pemerintah Kecamatan Ambunten turut menyambut baik pelaksanaan KPM tersebut.

Wakil Camat Ambunten, Asy’ari, memaparkan bahwa wilayah Kecamatan Ambunten terdiri atas 15 desa dengan beragam potensi ekonomi, mulai dari perdagangan, kelautan, pertanian hingga pertambangan.

Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif sekaligus mendorong generasi muda di wilayah tersebut untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Selamat datang di Kecamatan Ambunten. Kehadiran adik-adik mahasiswa diharapkan mampu memotivasi pemuda lokal agar bersemangat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Teori yang didapat di bangku kuliah kini saatnya dipraktikkan di lapangan,” kata Asy’ari.

Ia juga meminta mahasiswa memanfaatkan potensi lokal selama menjalankan program KPM serta mendokumentasikan dan mempublikasikan berbagai kegiatan kolaborasi bersama masyarakat melalui media.

“Manfaatkan potensi lokal yang ada dan publikasikan kegiatan kolaborasi bersama masyarakat melalui media. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan serta dampak positif yang nyata bagi warga,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan pelepasan dan pembukaan KPM kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin Nyai Aqidah Usymuni.

Doa tersebut ditujukan untuk memohon keselamatan, kelancaran, dan keberkahan bagi seluruh mahasiswa selama menjalankan pengabdian di Kecamatan Ambunten.

Ketua LP3M STITA, Noor Alfi Fajriyani, turut memastikan pelaksanaan KPM menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat keterlibatan mahasiswa dalam kehidupan masyarakat.

“Melalui KPM, mahasiwa mampu membangun komunikasi, berkolaborasi dengan masyarakat, serta memberikan kontribusi sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing desa sasaran,” harapnya. (*)

Baca Juga