SUMENEP, LensaMadura.com – Stan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep dalam Pameran Pembangunan rangkaian Madura Culture Festival (MCF) 4 2026 tidak hanya menampilkan informasi mengenai pembangunan daerah.
Stan yang berada di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep, itu memadukan informasi pembangunan dengan konsep budaya lokal, termasuk Keraton dan Pendopo Sumenep.
Konsep tersebut dilengkapi dengan berbagai aktivitas interaktif seperti kuis, pemberian hadiah, video booth, hingga lomba foto yang dapat diikuti masyarakat.
Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan kemeriahan stan tersebut tidak terlepas dari kerja bersama seluruh jajaran Bappeda.
“Terima kasih semuanya. Tetap jaga kebersamaan, kekompakan, dan semangat pengabdian. Bekerja bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat dan keberkahan bagi sesama,” ujar Arif, Minggu, 30 Agustus 2026.
Menurut dia, keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya dapat dilihat dari hasil akhirnya. Proses di balik kegiatan juga membutuhkan koordinasi, pembagian tugas, kepedulian, serta kemauan seluruh anggota tim untuk bekerja bersama.
“Berkat kerja keras, cerdas, kekompakan, kebersamaan dan semangat pengabdian, stan ini dapat terbangun, terselesaikan dan dimeriahkan acara tiap harinya,” katanya.
Wakil Bupati Apresiasi Konsep Stan
Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim turut meninjau Stan Bappeda dalam pelaksanaan pameran tersebut.
Dalam kunjungannya, Kiai Imam melihat berbagai materi dan kegiatan yang disiapkan Bappeda. Informasi pembangunan dikemas dengan pendekatan yang lebih kreatif sehingga tidak terkesan monoton.
Stan tersebut menampilkan berbagai informasi, mulai dari fasilitas pelayanan, capaian pembangunan, rencana pembangunan lima tahun mendatang, inovasi, hingga kuis dan hadiah untuk pengunjung.
Konsep interaktif tersebut menjadi salah satu daya tarik stan. Masyarakat tidak hanya dapat melihat informasi pembangunan, tetapi juga berkesempatan mengikuti aktivitas yang disediakan Bappeda.
Kehadiran kuis dan hadiah membuat suasana stan lebih hidup sekaligus membuka ruang interaksi antara masyarakat dengan informasi yang disampaikan pemerintah daerah.
Keraton dan Pendopo Menjadi Konsep Utama
Bappeda memilih Keraton dan Pendopo Sumenep sebagai bagian utama desain stan.
Konsep tersebut menggabungkan identitas budaya daerah dengan informasi mengenai pembangunan. Pendopo dimaknai sebagai ruang untuk berkumpul, bermusyawarah, menyampaikan aspirasi, dan membangun kesepakatan.
Sementara Keraton Sumenep merepresentasikan sejarah, identitas, dan kearifan lokal daerah.
Arif mengatakan konsep itu dipilih untuk menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilepaskan dari karakter dan identitas Sumenep.
“Pendopo merupakan ruang untuk berkumpul, bermusyawarah dan menyampaikan aspirasi. Nilai itu sejalan dengan proses perencanaan pembangunan yang membutuhkan partisipasi dan kesepakatan bersama,” ujarnya.
Menurut Arif, keberadaan Keraton juga menjadi pengingat bahwa arah pembangunan Sumenep harus tetap memiliki pijakan pada sejarah dan karakter daerah.
Tampilkan Program Unggulan Hingga Indikator Pembangunan
Selain konsep budaya, Stan Bappeda menyajikan sejumlah informasi strategis mengenai pembangunan Kabupaten Sumenep.
Informasi yang ditampilkan antara lain delapan program unggulan periode 2025–2029, capaian indikator pembangunan, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK), aplikasi e-Stunting, E-SAKIP, hingga Peti Koin Bermantara.
Program unggulan tersebut mencakup berbagai sektor.
Di bidang pendidikan, pemerintah daerah mendorong peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru sekolah, guru ngaji, dan guru madrasah melalui dukungan beasiswa.
Pada sektor kesehatan, program diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar di puskesmas serta pelayanan kesehatan lanjutan di rumah sakit berstandar.
Sementara sektor ekonomi mencakup pengembangan kewirausahaan santri dan pemuda, pengembangan ekonomi kawasan, serta percepatan ekonomi melalui penguatan desa.
Pembangunan infrastruktur juga diarahkan dengan memperhatikan aspek lingkungan dan keseimbangan antara wilayah daratan dan kepulauan.
Sejumlah indikator pembangunan turut ditampilkan, seperti tingkat pengangguran terbuka, persentase penduduk miskin, laju pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Indeks Gini.
Masyarakat Diajak Memahami Proses Perencanaan
Bappeda tidak hanya menampilkan hasil pembangunan. Pengunjung juga dapat mengetahui bagaimana proses perencanaan pembangunan daerah dilakukan.
Melalui infografis, masyarakat diperkenalkan dengan tahapan penyusunan RKPD, mulai dari persiapan penyusunan rancangan awal, penyusunan rancangan awal, forum perangkat daerah, Musrenbang RKPD Kabupaten, perumusan rancangan akhir, hingga penetapan RKPD.
“Setiap program pembangunan tentu melalui proses. Ada data, pembahasan, koordinasi dan tahapan yang harus dilalui. Kami ingin masyarakat memahami proses tersebut,” kata Arif.
Dengan informasi tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya mengetahui program yang telah dan akan dijalankan pemerintah daerah, tetapi juga memahami proses yang mendasari lahirnya kebijakan pembangunan.
Video Booth dan Lomba Foto
Untuk meningkatkan interaksi dengan pengunjung, Bappeda menyediakan video booth gratis di stan.
Masyarakat dapat menggunakan fasilitas tersebut untuk mengabadikan momen selama berada di Stan Bappeda.
Selain kuis dan hadiah, Bappeda juga menggelar Lomba Foto yang terbuka untuk umum. Peserta dapat mengabadikan aktivitas, suasana, ornamen, maupun berbagai keunikan Stan Bappeda menggunakan smartphone.
Pengambilan foto berlangsung pada 26 Agustus hingga 3 September 2026.
Peserta kemudian mengunggah karya melalui akun Instagram pribadi yang tidak dikunci, dengan melakukan mention atau tag akun @bappedasumenep.official serta menggunakan tagar yang telah ditentukan.
Lima pemenang dengan karya terbaik akan memperoleh bingkisan menarik. Pemenang diumumkan pada 4 September 2026 pukul 20.00 WIB secara offline di Stan Bappeda.
Kolaborasi Menjadi bagian Dari Kemeriahan Stan
Arif menilai kemeriahan Stan Bappeda bukan semata-mata hasil dari ornamen Keraton dan Pendopo, informasi pembangunan, kuis, atau hadiah.
Di baliknya terdapat kerja bersama seluruh jajaran Bappeda sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.
Pesan Arif kepada staf untuk menjaga kebersamaan, kekompakan, kerja keras, kerja cerdas, dan semangat pengabdian menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Bekerja bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat dan keberkahan bagi sesama,” tuturnya. (*)
