SUMENEP, LensaMadura.com – Satlantas Polresta Sumenep membuka layanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pada malam hari di tengah pelaksanaan Madura Culture Festival (MCF) #4 2026 di Stadion A. Yani, Pangligur, Sumenep, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Layanan tersebut dibuka mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WIB. Kehadiran pelayanan malam hari ini menjadi bagian dari upaya Satlantas mendekatkan layanan kepolisian kepada masyarakat yang tengah menghadiri festival.
Kegiatan tersebut mengusung semangat “MAHAMERU LANTAS: Mewujudkan Harmoni Masyarakat yang Empati, Responsif dan Unggul dalam Berlalu Lintas.”
Sebanyak empat personel Unit Registrasi dan Identifikasi (Regident) Satlantas Polresta Sumenep diterjunkan untuk memberikan pelayanan sekaligus informasi kepada masyarakat.
Selain pembayaran PKB, petugas menyediakan informasi mengenai sejumlah layanan Regident, seperti Surat Izin Mengemudi (SIM), Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
Masyarakat yang berada di kawasan festival juga mendapat sosialisasi mengenai layanan Halo Kapolresta dan Call Center 110 sebagai kanal untuk mendapatkan bantuan maupun menyampaikan laporan kepada kepolisian.
Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu mengatakan pelayanan tersebut merupakan bentuk kehadiran kepolisian di tengah aktivitas masyarakat.
«“Pelayanan kepolisian harus hadir di tengah masyarakat. Kami berupaya memberikan pelayanan dan informasi yang mudah diakses, termasuk melalui kegiatan masyarakat seperti Madura Culture Festival,” ujar Ariek.»
Menurut dia, kegiatan masyarakat seperti MCF dapat dimanfaatkan sebagai ruang interaksi langsung antara kepolisian dan masyarakat. Selain memberikan pelayanan, polisi juga dapat menyampaikan informasi mengenai berbagai layanan yang tersedia.
Bupati dan Kapolresta Kunjungi Stan
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Kapolresta Sumenep turut mengunjungi stan Polresta Sumenep di lokasi MCF #4 2026.
Ariek mendampingi Bupati melihat aktivitas pelayanan yang diberikan personel Satlantas kepada masyarakat.
Kehadiran layanan di kawasan festival membuat masyarakat dapat mengakses informasi mengenai layanan lalu lintas tanpa harus meninggalkan lokasi kegiatan.
Konsep MAHAMERU LANTAS yang diusung Satlantas juga diarahkan untuk membangun pelayanan yang lebih empati dan responsif. Pada saat yang sama, masyarakat terus diajak meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam berlalu lintas.
Pelayanan publik malam hari tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga ditutup pada pukul 22.00 WIB. (*)
