SURABAYA, LensaMadura.com – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa bergerak cepat mendukung penanganan korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II yang terjadi di perairan utara Pulau Giliyang, Kabupaten Sumenep, Minggu, 2 Agustus 2026.
Sebagai operator pelabuhan, Pelindo mendirikan Posko Terpadu di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, untuk mendukung proses penerimaan, identifikasi, pelayanan, hingga pemulihan penumpang yang berhasil dievakuasi.
KMP Mutiara Sentosa II yang melayani rute Surabaya–Makassar dilaporkan terbakar sekitar pukul 06.00–07.00 WIB saat berlayar di perairan utara Madura. Insiden tersebut memicu operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terpadu yang melibatkan Basarnas, TNI AL, Polda Jawa Timur, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, KSOP, KPLP, Polairud, BPBD, serta sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Armada yang terlibat dalam proses evakuasi antara lain KN SAR Permadi, RIB 01 Sumenep, KRI Nala-363 Koarmada II, KM Meratus Pematang Siantar, TB Hasnur 26, Transco Arafura, Meratus Project 3, Prakarsa Mas, SC Aila XVII, Alcon Daniel, Selaras Mas, dan British Mentor.
Posko Terpadu di Terminal GSN dibentuk melalui koordinasi dengan KSOP Utama Tanjung Perak, Basarnas, BPBD, Jasa Raharja, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RS PHC Surabaya, kepolisian, serta sejumlah instansi terkait.
Selain di Surabaya, posko penanganan juga disiapkan di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, guna mempercepat koordinasi penanganan korban dari dua titik pendaratan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi turut meninjau langsung proses evakuasi di Pelabuhan Kalianget sebelum melanjutkan pemantauan ke Posko Terpadu di Terminal GSN, Pelabuhan Tanjung Perak.
Dalam kunjungan tersebut, Menhub menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi dan memastikan seluruh sumber daya telah dikerahkan untuk mendukung proses pencarian, penyelamatan, evakuasi, serta penanganan korban. Kementerian Perhubungan juga memastikan Posko Terpadu di Terminal GSN siap beroperasi sebagai pusat layanan bagi penumpang dan keluarga korban.
Berdasarkan data tim SAR gabungan hingga Minggu pukul 20.30 WIB, sebanyak 235 orang telah dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 230 orang dinyatakan selamat, sedangkan lima orang meninggal dunia. Proses pencarian terhadap korban lainnya masih terus dilakukan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban, Pelindo menyediakan berbagai layanan gratis di Terminal Penumpang GSN, meliputi pemeriksaan kesehatan, ruang istirahat lengkap dengan kasur dan bantal, makanan siap saji, minuman, fasilitas mandi, toilet, mushala, hingga transportasi menuju terminal, stasiun, maupun tujuan lanjutan bagi penumpang yang telah dinyatakan layak melakukan perjalanan.
Selain itu, Pelindo menyiapkan dukungan logistik berupa 150 boks makanan ringan, 300 boks nasi, 20 dus air mineral, layanan kopi gratis, serta area istirahat sementara untuk memenuhi kebutuhan korban dan keluarga.
Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo, mengatakan seluruh fasilitas tersebut disiapkan agar para penumpang memperoleh pelayanan terbaik setelah menjalani proses evakuasi.
“Pelindo telah menyiapkan Posko Terpadu di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara untuk mendukung proses identifikasi sekaligus memberikan pelayanan kepada para penumpang yang tiba di Surabaya. Kami berkoordinasi erat dengan KSOP, Basarnas, Jasa Raharja, Kantor Kesehatan Pelabuhan, RS PHC Surabaya, serta seluruh instansi terkait agar penanganan berjalan cepat, terpadu, dan humanis,” ujarnya.
Purwanto menegaskan seluruh layanan diberikan tanpa dipungut biaya.
“Kami menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh penumpang. Jika kondisi kesehatannya memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan, kami akan membantu proses keberangkatan lanjutan. Namun apabila memilih kembali ke daerah asal, Pelindo juga menyiapkan transportasi menuju terminal maupun stasiun terdekat secara gratis. Kami juga menyediakan tempat beristirahat, makanan, minuman, toilet, dan mushala agar para korban dapat memulihkan kondisi fisik maupun psikologis setelah mengalami musibah,” katanya.
Ia menjelaskan sedikitnya empat kapal pembawa korban evakuasi dijadwalkan sandar di Pelabuhan Tanjung Perak pada rentang pukul 23.00 hingga 01.00 WIB. Seluruh penumpang akan menjadi prioritas pelayanan di Terminal GSN agar proses debarkasi, pemeriksaan kesehatan, hingga keberangkatan lanjutan berlangsung cepat dan tertib.
Data sementara menunjukkan KM Meratus Pematang Siantar menjadi kapal dengan jumlah korban evakuasi terbanyak yang tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, yakni 113 orang, terdiri atas 111 penumpang selamat dan dua korban meninggal dunia. Dari penumpang yang selamat, tujuh orang dirujuk ke RS PHC Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Purwanto menambahkan seluruh personel operasional telah disiagakan selama 24 jam untuk memastikan proses kedatangan kapal berlangsung aman dan lancar.
“Kami menyiapkan seluruh fasilitas terminal agar dapat langsung digunakan ketika kapal-kapal pembawa korban sandar di Pelabuhan Tanjung Perak. Tim operasional telah bersiaga selama 24 jam untuk mendukung proses debarkasi, pengaturan arus penumpang, hingga penyaluran menuju area pelayanan kesehatan dan posko terpadu. Prioritas kami adalah memastikan para korban memperoleh pelayanan yang cepat, aman, nyaman, dan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Ma’un, mengatakan penanganan insiden dilakukan melalui koordinasi intensif lintas instansi dengan keselamatan jiwa sebagai prioritas utama.
“KSOP Utama Tanjung Perak bersama Basarnas, TNI AL, Polairud, operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, serta seluruh unsur terkait terus berkoordinasi untuk memastikan proses evakuasi, penanganan korban, dan kedatangan kapal-kapal pembawa penumpang dapat berlangsung dengan aman dan tertib. Fokus utama kami adalah keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal, sekaligus memastikan pelayanan kepada korban berjalan optimal,” katanya.
Ia menambahkan, setelah proses penyelamatan selesai, pemerintah akan melakukan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran kapal.
Pelindo memastikan Posko Terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak akan tetap beroperasi hingga seluruh proses penanganan korban dinyatakan selesai oleh otoritas berwenang. Perusahaan juga menegaskan komitmennya mendukung penuh proses kemanusiaan sekaligus memastikan pelayanan kepelabuhanan tetap berjalan aman dan lancar. (*)


