JOMBANG, LensaMadura.com – Suasana Teras de’PAN di arena Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama mendadak riuh pada Kamis malam, 27 Agustus 2026.
Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Sigit Purnomo alias Pasha Ungu, naik ke panggung dan menyanyikan sejumlah lagu yang membuat ratusan pengunjung ikut bernyanyi.
Pasha hadir di Teras de’PAN selepas menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 NU. Kedatangannya didampingi Ketua DPW PAN Jawa Timur Ahmad Rizki Sadig dan tokoh Fatayat NU Jombang, Ema Umiyyatul Chusnah atau Ning Ema.
Tanpa banyak basa-basi, vokalis Ungu itu membawakan sejumlah lagu religi yang populer, di antaranya Andai Kutahu, Surgamu, dan Hampa Hatiku. Pengunjung yang memenuhi area Teras de’PAN ikut larut dalam suasana dengan bernyanyi dan berjoget bersama.
Suasana kemudian berubah lebih khidmat ketika Pasha mengajak pengunjung berselawat. Ratusan orang yang berada di dalam maupun halaman Teras de’PAN mengikuti ajakan tersebut.
Di sela penampilannya, Pasha menyampaikan apresiasi kepada Ahmad Rizki Sadig yang menurut dia telah membuka ruang silaturahmi antara PAN dan warga Nahdlatul Ulama.
“Kenapa saya harus berterima kasih kepada beliau, karena ini luar biasa. Ungu saja belum pernah konser di Jombang. Sekalinya datang, Pasha Ungu di Muktamar NU,” kata Pasha.
Menurut Pasha, kehadirannya di tengah Muktamar NU menjadi pengalaman tersendiri. Ia juga menilai NU saat ini semakin terbuka terhadap berbagai kelompok.
“Hari ini secara pribadi saya berbahagia. Kenapa? Saya melihat NU hari ini tidak lagi eksklusif, tapi sudah inklusif. NU bukan hanya milik Nahdliyin saja,” ujarnya.
Pasha mengatakan keterbukaan itu terlihat dari keberadaan Teras de’PAN di sekitar arena Muktamar. Menurut dia, kehadiran partai politik di tengah perhelatan NU menunjukkan tidak adanya sekat dalam membangun silaturahmi.
“Dengan adanya Teras de’PAN di sini, PAN juga turut bahagia membersamai muktamar ini. Di sini tidak ada sekat-sekat, PAN, hijau biru sudah bergabung semua,” kata dia.
Pasha kemudian mencairkan suasana dengan gurauan soal perpaduan warna hijau yang identik dengan NU dan biru yang menjadi warna PAN. Jika kedua warna itu dipadukan, kata dia, akan menghasilkan warna ungu.
Ia lantas mengaitkan warna tersebut dengan nama grup musik yang membesarkan namanya.
“Apa persamaan saya dengan NU? Kalau NU singkatannya Nahdlatul Ulama, kalau saya punya band ‘NU’ juga, namanya Ungu,” ujar Pasha. Gurauan itu disambut tawa dan sorak pengunjung.
Mantan Wakil Wali Kota Palu itu sebelumnya juga pernah menjabat Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) periode 2022-2026. (*)


