Ning Lia Rayakan HUT ke-81 RI Bersama Warga Wonocolo, Tunjukkan Kedekatan dengan Masyarakat

SURABAYA, LensaMadura.com – Menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI tidak membuat Lia Istifhama, yang akrab disapa Ning Lia, berjarak dengan masyarakat.

Senator asal Jawa Timur itu justru memilih tetap membangun kedekatan dengan warga melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Dirgahayu RI ke-81

Kedekatan tersebut terlihat saat Ning Lia ikut merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama warga Wonocolo, Surabaya, Rabu, 12 Agustus 2026.

Tidak sekadar hadir sebagai tamu, Ning Lia turut membaur dan mengikuti sejumlah lomba khas perayaan kemerdekaan bersama ibu-ibu dan warga.

Suasana berlangsung meriah dan penuh keakraban. Ning Lia terlihat menikmati kebersamaan dengan warga, bercanda dan tertawa tanpa sekat formal sebagai pejabat negara.

Bagi Ning Lia, perayaan kemerdekaan tidak semata-mata berkaitan dengan seremoni. Momentum tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan dan membangun kebersamaan antara masyarakat dengan para wakilnya di lembaga negara.

“Kemerdekaan itu milik seluruh rakyat. Karena itu, merayakannya juga harus bersama rakyat, bergembira bersama masyarakat,” ujar Ning Lia.

Terbiasa Bergaul dengan Berbagai Kalangan

Kedekatan Ning Lia dengan masyarakat bukan baru terlihat setelah dirinya menjadi anggota DPD RI. Pengalaman berorganisasi dan aktivitas sosial membuatnya terbiasa berinteraksi dengan berbagai kelompok masyarakat.

Ning Lia memiliki pengalaman di sejumlah organisasi dan komunitas, di antaranya PMII, Fatayat NU, organisasi kepemudaan, kelompok perempuan, hingga komunitas petani.

Pengalaman tersebut membuat ruang pergaulannya cukup luas. Ia terbiasa bertemu dengan masyarakat dari berbagai latar belakang, mulai dari kalangan pesantren, perempuan, pemuda, petani, pelaku usaha, akademisi hingga masyarakat di tingkat akar rumput.

Bagi seorang senator, kedekatan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan fungsi keterwakilan daerah. Sebab, tugas anggota DPD RI tidak hanya mengikuti rapat dan menjalankan fungsi legislasi di tingkat nasional, tetapi juga menyerap aspirasi masyarakat di daerah yang diwakilinya.

Menjadi Senator Tanpa Sekat

Kehadiran wakil daerah yang bersedia turun langsung dan berbaur dengan masyarakat memiliki arti tersendiri bagi warga.

Ning Lia menunjukkan bahwa jabatan sebagai senator tidak harus menciptakan jarak. Sebaliknya, interaksi langsung dengan masyarakat dapat menjadi cara untuk memahami persoalan dan kebutuhan warga secara lebih dekat.

Suasana lomba kemerdekaan di Wonocolo menjadi salah satu gambaran sederhana. Tidak ada podium maupun suasana formal. Warga berkumpul, bercanda, mengikuti perlombaan, dan menikmati perayaan kemerdekaan bersama.

Ning Lia hadir sebagai bagian dari suasana tersebut.

Di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai anggota DPD RI, ia masih menyempatkan diri mengikuti kegiatan masyarakat yang sederhana, tetapi memiliki nilai sosial dan kebersamaan.

Merawat Semangat Kebersamaan

Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Wonocolo sekaligus menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tumbuh dari lingkungan masyarakat.

Lomba rakyat, kebersamaan antarwarga, serta interaksi sederhana menjadi tradisi yang terus dirawat dari generasi ke generasi. Di dalamnya terdapat semangat persatuan dan kegotongroyongan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Kehadiran Ning Lia di tengah warga juga memperlihatkan bahwa politik dan kehidupan masyarakat tidak dapat dipisahkan.

Seorang wakil rakyat perlu memahami bagaimana masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari. Dari interaksi langsung itulah aspirasi yang dibawa ke tingkat nasional dapat memiliki pijakan yang lebih kuat.

Ning Lia berusaha menunjukkan bahwa menjadi senator bukan berarti harus berjarak dengan rakyat. Justru, kedekatan dengan masyarakat membuka ruang lebih luas untuk mendengar suara dan memahami kebutuhan mereka.

Di Wonocolo, semangat tersebut hadir dalam bentuk sederhana: mengikuti lomba, tertawa, bercanda, dan merayakan kemerdekaan bersama warga.

Sebab, pada akhirnya, kemerdekaan bukan milik pejabat ataupun mereka yang berada di panggung-panggung resmi.

Kemerdekaan adalah milik rakyat. Dan bersama rakyat pula kemerdekaan dirayakan. (*)