MCF di Sumenep Jadi Panggung Pertemuan 12 Daerah, Kesenian Jawa Timur Tampil Bergantian

SUMENEP, LensaMadura.com – Madura Culture Festival (MCF) #4 2026 di Kabupaten Sumenep menjadi ruang perjumpaan berbagai kesenian dari sejumlah daerah di Jawa Timur. Sebanyak 12 kabupaten/kota tampil membawa karya seni dan identitas budaya masing-masing.

Ragam pertunjukan yang disajikan membuat panggung MCF tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat. Festival ini juga menjadi ruang bagi daerah untuk memperkenalkan tradisi, sejarah, dan kekayaan budaya yang berkembang di wilayah masing-masing.

Pada hari pertama, Kabupaten Sumenep membuka rangkaian pertunjukan dengan Tari Sonar Mosem Nemor.

Pertunjukan kemudian dilanjutkan Kabupaten Tuban dengan Tari Mustikaning Kenya, disusul Kota Probolinggo melalui Tari Nyareh Jukok.

Kabupaten Bondowoso tampil membawa Wirogo Singo Konah, sedangkan Kota Blitar mempersembahkan Tari Pleret.

Panggung budaya semakin semarak setelah Kabupaten Malang menampilkan Tari Sekar Tunjung Biru dan Kabupaten Pasuruan membawakan Tari Gelora Pesisir.

Enam Daerah Tampil di Hari Kedua

Rangkaian pertunjukan berlanjut pada hari kedua dengan kehadiran enam daerah lainnya.

Kabupaten Nganjuk menampilkan Tari Anjuk Ladang Tumandang, kemudian Kabupaten Banyuwangi hadir dengan Tari Majestik.

Kabupaten Situbondo membawa Tari Bheko Tambeng, sementara Kabupaten Bangkalan menampilkan Tari Arojung Paseseran.

Dua daerah lainnya, Kabupaten Sampang dan Pamekasan, masing-masing membawakan Tari Kerabhen Sape dan Tari Sandoreng.

Pertunjukan dari 12 kabupaten/kota tersebut menunjukkan beragam wajah kebudayaan Jawa Timur. Masing-masing daerah membawa karakter seni yang berbeda, tetapi seluruhnya bertemu dalam satu panggung di Sumenep.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan keterlibatan berbagai daerah menjadikan MCF sebagai ruang perjumpaan budaya Jawa Timur, dari Madura, kawasan Tapal Kuda, hingga wilayah lainnya.

“Kehadiran kabupaten/kota menjadikan MCF 2026 sebagai ruang perjumpaan berbagai warna budaya Jawa Timur, mulai wilayah Madura, Tapal Kuda, hingga kawasan Jawa Timur lainnya,” kata Fauzi di sela-sela MCF 2026 di GOR A. Yani Pangligur, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Menurut dia, kolaborasi antardaerah melalui festival budaya penting untuk menjaga keberadaan seni dan tradisi sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas.

Pemkab Sumenep pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh daerah yang berpartisipasi dalam MCF #4 2026.

“Apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kabupaten dan kota yang ikut bersama-sama memeriahkan Madura Culture Festival, sehingga kebersamaan ini menjadi kekuatan dalam menyukseskan festival budaya,” ujarnya.

Bagi Sumenep, pertemuan berbagai kesenian tersebut tidak hanya memperkaya pertunjukan festival. MCF juga menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah melalui bahasa budaya yang sama: seni dan tradisi.

Keberagaman pertunjukan itu sekaligus menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan antardaerah di Jawa Timur. (*)

Baca Juga