Mahasiswa KPM STIT Aqidah Usymuni Sumenep Latih Ibu PKK Campor Barat Membuat Sabun Cuci Organik

SUMENEP, LensaMadura.com – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Posko 1 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni Sumenep menggelar pelatihan pembuatan sabun cuci berbahan alami bersama ibu-ibu PKK Desa Campor Barat, Ambunten, Rabu, 2 September 2026.

Pelatihan berlangsung di Balai Desa Campor Barat mulai pukul 12.00 WIB. Mahasiswa dan peserta duduk bersama meracik bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja KPM yang menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Pendekatan ini diterapkan agar masyarakat tidak hanya menjadi peserta, tetapi turut terlibat dalam proses pelaksanaan dan pengembangan program.

Dalam pelatihan itu, mahasiswa memperkenalkan sejumlah bahan yang digunakan untuk membuat sabun cuci. Di antaranya ekstrak daun pandan sebagai pewangi dan pewarna alami, perasan jeruk nipis untuk membantu membersihkan lemak, garam sebagai pengental, serta teksapon sebagai bahan pembentuk busa.

Proses pembuatan dilakukan menggunakan peralatan sederhana seperti blender, ember, mangkuk plastik, dan saringan. Mahasiswa memperagakan tahapan ekstraksi daun pandan hingga pencampuran bahan secara bertahap.

Ketua Posko 1 KPM STIT Aqidah Usymuni, Zainatus Solehah, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat menambah keterampilan warga sekaligus membuka peluang ekonomi bagi keluarga.

“Melalui penguasaan pembuatan sabun cuci organik ini, warga diharapkan tidak hanya mampu menekan pengeluaran rumah tangga, tetapi juga berpeluang mengembangkan usaha kecil berbasis produk ramah lingkungan,” kata Zainatus.

Sejumlah peserta menilai pembuatan sabun dengan bahan yang mudah diperoleh tersebut cukup praktis. Salah satu anggota PKK, Dian, mengatakan bahan-bahan yang digunakan bisa ditemukan di sekitar rumah.

“Program pembuatan sabun organik ini sangat ramah lingkungan dan mudah dibuat. Bahan-bahannya juga dapat diperoleh dari lingkungan sekitar,” ujar Dian.

Peserta lainnya, Mariatul Kibtiah, melihat keterampilan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan.

“Pembuatan sabun organik dari pandan dan jeruk nipis ini sangat bisa dijadikan peluang wirausaha kecil-kecilan bagi ibu-ibu PKK di sini,” katanya.

Selama pelatihan, peserta juga berdiskusi mengenai cara menyimpan dan mengawetkan sabun serta kemungkinan penggunaan bahan alami lainnya.

“Harapannya keterampilan yang diberikan dapat dipraktikkan secara mandiri oleh warga setelah program pengabdian berakhir,” jelasnya. (*)

Baca Juga