SUMENEP, LensaMadura.com – Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sumenep kembali menggelar Lomba Pidato Gaya Bung Karno.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno itu berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Rabu, 10 Juni 2026.
Lomba diikuti 88 peserta dari organisasi perangkat daerah (OPD), puskesmas, kecamatan, pondok pesantren, hingga masyarakat umum.
Ajang tahunan yang telah menjadi bagian dari kalender event Bulan Bung Karno di Kabupaten Sumenep tersebut berlangsung meriah.
Para peserta tampil membawakan pidato dengan gaya khas Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, lengkap dengan intonasi, ekspresi, dan semangat perjuangan yang identik dengan Sang Proklamator.
Ketua IWO Sumenep, Imam Mustain R, mengatakan lomba tersebut menjadi sarana edukasi untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kebangsaan, patriotisme, dan semangat persatuan yang diwariskan Bung Karno.
“Momentum Bulan Bung Karno harus menjadi ruang refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk memahami kembali nilai-nilai perjuangan, persatuan, gotong royong, dan nasionalisme yang diwariskan Bung Karno. Melalui lomba ini kami ingin menghadirkan semangat tersebut dalam bentuk yang lebih edukatif, kreatif, dan menarik,” kata Imam di sela kegiatan.
Menurut dia, tingginya jumlah peserta menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap sejarah bangsa dan nilai-nilai kebangsaan masih sangat besar. Peserta tidak hanya berasal dari kalangan aparatur sipil negara, tetapi juga dari lingkungan pesantren dan masyarakat umum.
“Kami bersyukur antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi. Kehadiran peserta dari OPD, puskesmas, kecamatan, hingga pondok pesantren menjadi bukti bahwa semangat Bung Karno masih hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Imam menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen IWO Sumenep dalam mendukung pembangunan karakter masyarakat melalui literasi, edukasi sejarah, serta penguatan wawasan kebangsaan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Lebih dari itu, lomba ini harus mampu melahirkan generasi yang memahami sejarah bangsanya, memiliki jiwa nasionalisme yang kuat, serta mampu menjadi agen pemersatu di tengah berbagai tantangan zaman,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengapresiasi konsistensi IWO Sumenep dalam menyelenggarakan kegiatan yang sarat nilai edukasi tersebut.
Menurut dia, Bulan Bung Karno menjadi momentum untuk mengimplementasikan gagasan dan nilai perjuangan Bung Karno dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena tidak hanya mengingatkan kita pada sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga mengajarkan pentingnya menjaga persatuan, semangat gotong royong, dan rasa cinta tanah air,” kata Fauzi.
Ia menilai kemampuan peserta menghidupkan kembali gaya pidato Bung Karno menunjukkan masih tingginya kepedulian masyarakat terhadap sejarah bangsa dan tokoh-tokoh pendiri negara.
“Saya melihat semangat luar biasa dari seluruh peserta. Ini bukan sekadar lomba berbicara di atas panggung, tetapi bagaimana kita memahami pesan-pesan perjuangan Bung Karno dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.
Fauzi berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena memiliki nilai edukatif yang tinggi dan mampu memperkuat identitas kebangsaan di tengah derasnya arus perkembangan teknologi dan informasi.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap semangat nasionalisme terus tumbuh di seluruh lapisan masyarakat. Mari jadikan Bulan Bung Karno sebagai momentum memperkuat komitmen bersama untuk membangun Kabupaten Sumenep yang maju, unggul, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kebangsaan,” katanya.
Pada akhir perlombaan, Hammad dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep berhasil meraih juara pertama dengan nilai 749. Juara kedua diraih M. Alky Salis A. dari Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dengan nilai 729, sedangkan juara ketiga diraih Yusuf I. dari BKPSDM Kabupaten Sumenep dengan nilai 700. (*)






