Hari ke-99 Sedekah Setiap Hari Detikzone: Ketika Jurnalisme Menjadi Jembatan Kebaikan

SUMENEP, LensaMadura.com – Dua hari lagi menuju 101 hari. Program Sedekah Setiap Hari yang digagas Detikzone.id memasuki hari ke-99 pada Selasa, 8 September 2026.

Selama 99 hari, program tersebut terus berjalan dengan menyisihkan sebagian rezeki untuk masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Sumenep. Bantuan menyasar berbagai kalangan, mulai dari anak yatim, janda dhuafa, lanjut usia, penyandang disabilitas, warga yang sedang sakit, keluarga dengan keterbatasan ekonomi, hingga para pencari nafkah yang ditemui di jalan.

Perjalanan yang bermula dari kepedulian sederhana itu perlahan menjadi komitmen yang dijaga setiap hari.

Target 101 hari kini tinggal dua langkah. Namun, bagi Detikzone.id, angka tersebut bukan garis akhir.

Pemimpin Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan program itu dijalankan dengan prinsip sederhana: berbagi sesuai kemampuan dan menjaga konsistensi.

“Program ini kami jalankan setiap hari. Kami berusaha menyisihkan sebagian rezeki untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, sesuai dengan kemampuan yang kami miliki,” ujar Igusty.

Menurut dia, berbagi tidak harus menunggu seseorang memiliki kelebihan rezeki. Kepedulian dapat dimulai dari apa yang dimiliki, berapa pun nilainya.

“Kalau kita menunggu kaya untuk berbagi, mungkin kita akan selalu merasa belum cukup. Karena itu, kami memilih berbagi dari apa yang kami punya dan sesuai kemampuan,” katanya.

Dari 101 Hari Menuju 1.001 Hari

Setelah target 101 hari tercapai, Detikzone.id berharap Sedekah Setiap Hari dapat terus dilanjutkan.

Igusty menyebut terdapat keinginan untuk membawa program tersebut menuju target yang lebih panjang, yakni 1.001 hari.

“Insyaallah kita menuju 101 hari terlebih dahulu. Setelah itu, semoga bisa terus dilanjutkan hingga 1.001 hari. Ini tentu bukan pekerjaan ringan, tetapi dengan dukungan dan kebersamaan, kami berharap program Sedekah Setiap Hari bisa terus berjalan,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Detikzone.id dan para “Hamba Allah” yang selama ini ikut mendukung keberlangsungan program tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar dan Hamba Allah yang selama ini membersamai. Setiap dukungan yang diberikan sangat berarti bagi keberlangsungan program ini,” ujarnya.

Ketika Profesi Jurnalis Menjadi Ruang Pengabdian

Bagi Detikzone.id, pekerjaan jurnalistik tidak berhenti pada aktivitas mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Ada ruang lain yang ingin diisi, yakni menghadirkan manfaat sosial dari profesi tersebut.

Melalui Sedekah Setiap Hari, Detikzone.id berupaya menjadikan profesi jurnalis sebagai jembatan antara kepedulian dan masyarakat yang membutuhkan.

“Menjadi jurnalis bukan hanya bagaimana kita memberitakan orang lain. Kami juga ingin profesi ini memiliki manfaat sosial. Kalau melalui keberadaan kami ada sedikit rezeki yang bisa sampai kepada mereka yang membutuhkan, itu menjadi kebahagiaan tersendiri,” kata Igusty.

Bagi mereka yang menerima bantuan, nilainya mungkin tidak selalu besar. Tetapi perhatian yang datang di tengah kesulitan dapat memiliki arti tersendiri.

Menyapa Mereka yang Bekerja dalam Senyap

Salah satu kelompok yang mendapat perhatian dalam program tersebut adalah para pencari nafkah yang ditemui dalam aktivitas sehari-hari.

Mereka bekerja dari pagi hingga sore, berjalan dari satu tempat ke tempat lain, atau mengandalkan pekerjaan sederhana untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Tidak semuanya terlihat dalam pemberitaan. Namun, perjuangan mereka tetap berlangsung setiap hari.

Menurut Igusty, keberadaan mereka menjadi salah satu alasan program tersebut terus dijalankan.

“Mereka mungkin tidak selalu menjadi perhatian utama. Namun, dari pekerjaan yang mereka jalani setiap hari, kebutuhan keluarga berusaha dipenuhi. Kehadiran kami diharapkan bisa memberikan sedikit kebahagiaan sekaligus penghargaan terhadap perjuangan mereka,” katanya.

Ia berharap bantuan yang diberikan tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi amal bagi mereka yang ikut menyisihkan rezeki.

“Semoga setiap rezeki yang disisihkan dan setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah serta mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT,” ujarnya.

Menyiapkan Langkah Berikutnya

Sedekah Setiap Hari juga menjadi pintu bagi rencana kegiatan sosial lainnya. Detikzone.id tengah menyiapkan sejumlah program, seperti santunan anak yatim, bantuan pendidikan, bantuan biaya pengobatan, rumah singgah bagi keluarga pasien, wakaf Al-Qur’an, pembagian sembako, dan bantuan bagi warga yang tertimpa musibah.

Layanan ambulans gratis juga tengah dipersiapkan untuk masyarakat yang membutuhkan. Begitu pula program Rumah Makan Gratis bagi masyarakat dhuafa di Kabupaten Sumenep.

Program-program tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat sosial yang telah dimulai melalui Sedekah Setiap Hari.

Memasuki hari ke-99, perjalanan menuju 101 hari tinggal dua hari.

Tetapi yang sedang dibangun bukan sekadar angka. Selama 99 hari, program tersebut menjadi latihan untuk menjaga kepedulian tetap hidup melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Dua hari lagi menuju 101 hari. Setelah itu, perjalanan baru diharapkan dimulai kembali.

Targetnya bukan hanya memperpanjang hitungan hari, tetapi memperluas manfaat—agar semakin banyak masyarakat yang merasakan bahwa di tengah kesibukan dan keterbatasan, masih ada orang-orang yang memilih untuk berbagi.

Sebab bagi Detikzone.id, jurnalisme bukan hanya tentang menyampaikan kabar. Di luar ruang pemberitaan, profesi itu juga dapat menjadi jalan untuk menghadirkan manfaat bagi sesama. (*)