SURABAYA, LensaMadura.com – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi kinerja Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak dalam pembangunan Jawa Timur.
Lia menilai kepemimpinan Khofifah-Emil menunjukkan pendekatan kolaboratif dan inklusif dalam menangani sejumlah sektor pembangunan. Pernyataan itu disampaikan Lia dalam momentum Hari Jadi ke-81 Jawa Timur, Minggu (11/10/2026).
“Pembangunan di Jawa Timur tidak hanya berorientasi pada aspek tertentu, tetapi juga menyentuh berbagai elemen masyarakat, mulai dari bidang sosial dan keagamaan hingga sektor pertanian,” kata Lia.
Menurut dia, pemerataan pembangunan dan pelayanan publik menjadi aspek yang perlu terus diperhatikan. Ia menilai pembangunan perlu menjangkau berbagai kelompok masyarakat, termasuk sektor keagamaan dan sosial.
“Berbicara hari jadi Pemprov Jawa Timur, maka kita pun flashback pada capaian kinerja Ibu Gubernur Khofifah dan tentunya Mas Emil Dardak. Pasangan ini benar-benar bekerja secara kolaboratif dan inklusif,” ujarnya.
Lia juga menyoroti sektor pertanian. Ia menyebut dukungan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) sebagai salah satu langkah yang relevan dengan agenda penguatan ketahanan pangan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memang mencatat sejumlah program bantuan alsintan pada 2026, antara lain melalui program Peti Koin Bermantra.
“Kalau kita bicara bagaimana Indonesia memiliki mimpi besar dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk kedaulatan pangan, kita sama-sama menjadi saksi bahwa Ibu Gubernur Khofifah sangat rutin memberikan alsintan untuk pertanian,” kata Lia.
Selain pertanian, Lia menyoroti penanganan kemiskinan dan penguatan desa. Ia mengatakan penurunan kemiskinan serta bertambahnya desa mandiri menjadi bagian dari indikator pembangunan yang perlu dipertahankan.
Data Pemprov Jawa Timur menunjukkan persentase penduduk miskin pada Maret 2026 turun menjadi 9,06 persen dari 9,30 persen pada September 2025. Tingkat Pengangguran Terbuka juga tercatat 3,42 persen pada Mei 2026.
“Kalau bicara kemiskinan ekstrem, itu secara konsisten selalu menurun. Sebaliknya, desa mandiri selalu bertambah. Jadi, semuanya itu progresif,” ujar Lia.
Meski mengapresiasi capaian tersebut, Lia mengatakan pembangunan tetap perlu diarahkan pada pemerataan manfaat. Menurut dia, kelompok rentan dan masyarakat yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan dasar maupun peluang ekonomi perlu mendapat perhatian.
Lia juga mendukung visi Jawa Timur sebagai “Gerbang Baru Nusantara”. Ia menilai pencapaian visi tersebut membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.
“Kita tentunya berharap pada kesempatan hari jadi Pemprov Jawa Timur saat ini, Jawa Timur semakin maju dan semakin hebat. Mimpi besar beliau bahwa Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara itu menjadi kenyataan,” katanya.
Lia berharap momentum hari jadi Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi kesempatan untuk memperkuat pembangunan yang berkelanjutan, terutama melalui pemerataan pelayanan, penguatan sektor pertanian, pengentasan kemiskinan, dan pengembangan desa. (*)
