SUMENEP, LensaMadura.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Dulsiam, menyebut Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai simbol kebangkitan politik santri di Indonesia.
Menurut Dulsiam, Cak Imin tidak hanya menjalankan peran sebagai ketua umum partai politik. Ia menyebut Cak Imin sebagai salah satu tokoh yang merepresentasikan aspirasi kalangan santri dalam ruang politik nasional.
“Ketum Gus Muhaimin bukan hanya sekadar ketua umum parpol. Beliau tokoh bangsa, tokoh keberagaman dan sumber inspirasi kaum muda,” kata Dulsiam, Minggu, 4 Oktober 2026.
Dulsiam mengatakan, sebutan Panglima Santri yang melekat pada Cak Imin mencerminkan kedekatan politikus tersebut dengan kalangan pesantren dan santri. Menurut dia, keberadaan santri dalam politik tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjalanan bangsa.
Ia menilai politik santri memiliki posisi penting dalam menjaga nilai kebangsaan sekaligus memperjuangkan kepentingan masyarakat. Pesantren, kata Dulsiam, tidak hanya menjadi tempat pendidikan keagamaan, tetapi juga melahirkan banyak tokoh yang berkontribusi dalam kehidupan sosial dan politik Indonesia.
Dalam pandangan Dulsiam, Cak Imin menjadi salah satu figur yang membawa identitas dan aspirasi santri ke ruang politik yang lebih luas. Peran tersebut dinilai penting agar kelompok santri tetap memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan dalam proses pembangunan nasional.
“Santri bukan hanya menjadi penonton dalam perjalanan bangsa. Santri harus hadir dan mengambil bagian dalam menentukan arah bangsa,” ujarnya.
Dulsiam juga mengaitkan kiprah Cak Imin dengan pentingnya regenerasi politik. Menurut dia, generasi muda perlu melihat politik sebagai ruang pengabdian, bukan sekadar perebutan kekuasaan.
Ia mengatakan kaum muda, termasuk kalangan santri, perlu memiliki keberanian untuk terlibat dalam berbagai bidang kehidupan publik. Keterlibatan itu, kata dia, harus dibarengi dengan kapasitas, integritas, serta pemahaman terhadap persoalan masyarakat.
Dulsiam berharap semangat tersebut dapat terus tumbuh di kalangan anak muda Sumenep. Ia menilai keberadaan generasi muda yang aktif dalam politik dan kehidupan sosial akan menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan daerah dan bangsa. (*)
