SUMENEP, LensaMadura.com – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep memperkuat kapasitas kader posyandu melalui supervisi fasilitatif pembudayaan hidup bersih dan sehat.
Kegiatan tersebut digelar di Posyandu Desa Padengdengan, Kecamatan Pasongsongan, pada Kamis, 27 Agustus 2026. Supervisi melibatkan kader dari tujuh posyandu, aparat desa, bidan desa, serta perawat desa.
Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg Ellya Fardasah, mengatakan supervisi fasilitatif merupakan bagian dari pembinaan untuk meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memperkuat kemampuan kader di lapangan.
“Supervisi bukan sekadar mengawasi atau mencari kesalahan. Yang lebih penting adalah memberikan bimbingan dan dukungan agar kader mampu menjalankan pelayanan sesuai standar,” kata Ellya.
Menurut dia, kader posyandu memiliki peran penting karena berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas kader perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk dalam menghadapi persoalan teknis yang muncul saat memberikan pelayanan.
“Kalau ada kendala di lapangan, penyelesaiannya perlu dibicarakan bersama. Komunikasi dua arah antara kader dan tenaga kesehatan harus terus dibangun,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Promosi Kesehatan (Promkes) Dinkes P2KB Sumenep memberikan sejumlah materi. Edukasi mengenai demam berdarah dengue (DBD) disampaikan Nurul Kamaria, sedangkan materi mengenai Cek Kesehatan Gratis (CKG) diberikan Yuli Mahendra.
Selain pemberian edukasi, kader mendapatkan bimbingan teknis yang disampaikan Ahmad Nawakil. Pembekalan tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan kader dalam menjalankan tugas pelayanan di posyandu.
Supervisi juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap pengelolaan administrasi, termasuk pencatatan dan pelaporan kegiatan. Hambatan yang ditemui kader di lapangan turut dibahas untuk mencari solusi bersama.
Ellya mengatakan peningkatan mutu pelayanan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, tetapi juga kemampuan sumber daya manusia yang menjalankan pelayanan tersebut.
“Kader harus merasa didukung. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kami berharap kualitas pelayanan posyandu semakin baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata dia. (*)
