BEM STIT Aqidah Usymuni Sumenep Periode 2026-2027 Resmi Dikukuhkan

SUMENEP, LensaMadura.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni (STITA) Sumenep resmi memiliki kepengurusan baru untuk masa khidmat 2026-2027.

Pelantikan digelar bersamaan dengan resepsi Maulid Nabi Muhammad SAW di Auditorium STITA Sumenep, Senin, 24 Agustus 2026.

Dirgahayu RI ke-81

Prosesi pelantikan dihadiri civitas akademika, perwakilan organisasi mahasiswa (ormawa), BEM Sumenep, perwakilan kelas, serta perwakilan OSIS MTs dan MA Aqidah Usymuni.

Ketua BEM STIT Aqidah Usymuni Sumenep, Mo Luay, mengatakan pelantikan yang bersamaan dengan Maulid Nabi menjadi momentum bagi mahasiswa untuk merefleksikan kembali nilai-nilai kepemimpinan yang dicontohkan Rasulullah SAW.

“Momentum ini bukan sekadar pengukuhan atau pelantikan. Karena bertepatan dengan Maulid Nabi, kita juga bisa ngambil pelajaran penting dari Rasulullah SAW. Bahwa pemimpin bukan hanya orang yang selalu berada di depan, melainkan pemimpin adalah orang yang siap berada di tengah untuk membersamai dan berada di belakang untuk men-support orang lain berkembang,” ujar Luay.

Ia berharap kepengurusan BEM STIT Aqidah Usymuni Sumenep masa khidmat 2026-2027 dapat menjalankan amanah organisasi dengan menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai salah satu landasan kepemimpinan.

Ketua STIT Aqidah Usymuni Sumenep, Dr. Ahmad Efendi, Lc., MA., juga menyampaikan harapannya kepada jajaran BEM yang baru dilantik. Ia meminta mahasiswa mengambil peran dalam mendukung pengembangan kelembagaan kampus.

“Saya mengharapkan BEM yang baru saja dilantik dapat membantu serta memberikan dorongan dan dukungan untuk membawa STITA meraih cita-cita, dari sekolah tinggi beralih menjadi institut,” kata Ahmad Efendi.

Menurut dia, rencana pengembangan kelembagaan tersebut juga mencakup penambahan tiga program studi baru. Karena itu, organisasi mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi wadah aktivitas kemahasiswaan, tetapi turut memberikan kontribusi positif bagi kemajuan kampus.

Pelantikan BEM STITA masa khidmat 2026-2027 menjadi langkah awal bagi kepengurusan baru untuk menjalankan program dan agenda organisasi. Bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi, kegiatan tersebut juga menegaskan bahwa kepemimpinan mahasiswa tidak semata berkaitan dengan posisi atau jabatan.

“Kepemimpinan berkaitan dengan tanggung jawab, keteladanan, kebersamaan, dan kesediaan untuk mendorong orang lain berkembang,” jelasnya. (*)