Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil Terima Penghargaan Sport Achievement Award

Selasa, 30 April 2024 - 22:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil (kanan) menerima Penghargaan Sport Achievement Award 2024 pada Hari Pers Nasional PWI Jatim (lensamadura.com/istimewa)

Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil (kanan) menerima Penghargaan Sport Achievement Award 2024 pada Hari Pers Nasional PWI Jatim (lensamadura.com/istimewa)

JEMBER, lensamadura.com – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur Muhammad Nabil menerima penghargaan kategori Sport Achievement Award pada acara Hari Pers Nasional (HPN) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim, yang digelar di Gedung Sari utama Kaliwates, Jember, Minggu, 28 April 2024 malam.

Penghargan tersebut diiserahkan langsung oleh Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim pada acara yang dihadiri oleh Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono, Bupati Jember Hendy Siswanto dan beberapa pejabat lainnya.

Ketertarikan Muhammad Nabil di dunia olahraga semenjak ia melihat aksi pemain sepakbola, terutama mulai saat Piala Dunia 1978 dan seterusnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak itulah Muhammad Nabil mulai tertarik dengan dunia olahraga. Nama-nama besar pesepakbola dunia seperti Carlos Bilardo, Mario Zagalo, hingga Rinus Michels, baik ketika aktif bermain maupun sebagai pelatih, terpatri benar di otaknya bahwa berprestasi itu memerlukan proses dan manajemen yang kuat. Dan ini adalah sebuah kunci dari prestasi.

Inilah yang mendorong Nabil tertarik dengan olahraga, meskipun tidak menjadi seorang atlet. Dan sampai akhirnya pria kelahiran Probolinggo ini benar-benar bersentuhan dengan olahraga ketika menjadi pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim pada 2010 silam.

Mulai dari pengurus biasa, ketua harian hingga pada 2022 terpilih menjadi Ketua Umum KONI Jatim. Nabil melihat, bahwa sebuah prestasi itu perlu manajemen yang kuat.

Baca Juga :  Temui LaNyalla, AHY Sebut Demokrat Turut Perjuangkan PT 0 Persen

“Paling tidak, referensi-referensi tentang bagaimana membangun dan membina olahraga untuk mencapai prestasi terbaik sudah saya pahami. Sekaligus dengan banyak membaca dan belajar,” kata Nabi dalam keterangan yang diterima lensamadura.com, Selasa, 30 April 2024.

Nabil memiliki hobi membaca. Sejak kecil hingga menghabiskan masa sekolah di Kota Probolinggo, tidak membuat ia tabu untuk mengetahui profil-profil singkat pelatih-pelatih terbaik. Baik di dunia motocross maupun sepakbola.

“Itu yang membuat saya memulai menyukai dan senang akan dunia olahraga. Saya ikuti terus hingga punya referensi tentang bagaimana itu olahraga dan bagaimana membangun olahraga yang pada akhirnya bicara tentang prestasi,” ujar mantan Komisioner KPU Jatim tersebut.

Sehingga, proses adaptasi Nabil tidak begitu sulit dengan olahraga. Hal itu ditunjang keaktifannya di bidang organisasi sejak menempuh perguruan tinggi.

“Jadi menganatomi dan mengurai persoalan di sebuah cabang olahraga (cabor) berbasis itu. Sampai, memiliki pemahaman bahkan ide-ide baru dari kegiatan yang sudah ada,” sebutnya.

Termasuk, dalam penerapan sport science yang menjadi parameter dalam perkembangan dunia olahraga saat ini. Khususnya dalam pengembangan seorang atlet usia dini hingga mencapai prestasi terbaiknya.

Nabil menyebutkan, KONI punya fungsi manajerial dan leadership dalam olahraga prestasi. Mau tidak mau, kata dia, sport science merupakan suatu kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Khususnya dalam cabor prestasi terukur.

“Sejak masuk KONI, saya sudah menekankan semua cabor harus berdasarkan data. Khususnya yang masuk puslatda. Karena KONI kan orientasinya prestasi. Tentu harus ada alat ukur yang akurasinya tidak dapat ditawar lagi,” sebut pria yang kini menempuh program S3 di Universitas Airlangga ini.

Baca Juga :  TKD Jatim Prabowo-Gibran Blusukan ke Pasar Tambah Rejo Surabaya

Setidaknya, menurut Nabil ada empat kriteria bagi setiap atlet untuk penuhi standar sebuah nomor di cabor yang diikuti.

“Pertama tes fisik. Itu jadi alat ukur pertama. Karena di setiap cabor kan beda-beda nomor. Sehingga spesifikasinya juga berbeda,” bebernya.

Kriteria kedua, konsumsi gizi. Nabil menegaskan, kebutuhan itu harus dapat perhatian khusus. Sebab, tidak mungkin atlet berprestasi jika kemampuan yang dikeluarkan tidak diimbangi dengan gizi yang masuk.

Hal itu dapat dilakukan dengan pemberian suplemen atau multivitamin yang teratur dari tim gizi.

Selanjutnya psikologi. Di masa lalu, kebutuhan akan psikolog dalam lembaga keolahragaan masih dianggap sepele. Namun kini menjadi penting karena menjadi tempat untuk konsultasi dan monitoring kondisi psikologis atlet.

“Jangan sampai potensi skill dan kompetensi atlet runtuh, terhalang oleh masalah-masalah pribadi. Itu (psikologi) sesuatu bangunan yang harus ada di sport science. Dunia olahraga manapun membutuhkan konsultan psikolog. Karena itu, jangan sampai terjadi penurunan prestasi atlet tidak dicari penyebabnya,” katanya.

Terakhir, tes kesehatan. Di KONI Jatim, Nabil menyebut program itu rutin dilakukan 6 bulan sekali. Bukan hanya saat mau masuk Puslatda.

“Saya mengistilahkan jangan menzalimi atlet. Artinya, ketika berprestasi dimanfaatkan terus. Namun ketika selesai, atletnya bermasalah karena kesehatannya tidak tertangani dengan baik dan benar. Apalagi kita tidak mengurusi (atlet yang sudah berhenti dari arena),” paparnya.

Baca Juga :  SKK Migas Sosialisasikan Devisa Hasil Ekspor di Industri Hulu Migas

Ia mengungkap kisah nyata atlet pencak silat Jatim yang di masa jayanya memberi banyak prestasi bagi Jatim dan Merah Putih. Namun setelah memasuki masa pensiun, atlet tersebut mengalami gagal ginjal dan jantung, penyakit akut yang kerap menghantui atlet di masa tua.

“Karena itu, jangan sampai ada stigma itu. Caranya, kesehatan harus tertangani dengan baik dan benar,” sebutnya.

Berangkat dari kisah itu, Nabil menegaskan atlet harus diistimewakan. Mulai dari pemenuhan kebutuhan gizi, keperluan pribadi sampai masa istirahat, termasuk kebutuhan akademiknya. “Sehingga mereka fokus berlatih, berlatih, berlatih dan berprestasi,” tegasnya.

Selama menggawangi KONI Jatim, Nabil memastikan penerapan sport science melalui 4 kriteria itu berjalan semua. Khususnya tes fisik yang tegak lurus dengan prestasi. Paling tidak sebagai pengukur kemampuan atlet.

Namun, ia memahami tugas itu butuh dukungan semua pihak. Bukan hanya pemerintah dan KONI saja.

“Ini seharusnya jadi kewajiban semua elemen masyarakat. Saya sangat mendukung jika ada pihak ketiga yang ingin berpartisipasi. Mekanismenya langsung ke cabor atau atlet saja. Khususnya dalam menjaga prestasi cabor dan atlet premium yang menjadi lumbung medali Jatim. Sebab, ini juga jadi komitmen kami di KONI Jatim dalam berprestasi. Yakni dari Jatim untuk Indonesia menuju Prestasi dunia,” tandasnya. (ega)

Berita Terkait

Pelindo Implementasikan Program Pemberdayaan Masyarakat dan Pelestarian Lingkungan di Raja Ampat
5 Atlet Voli Putri Jatim Gabung Timnas di Kejuaraan AVC Challenge for Womens 2024
FOPI Fokus Tingkatkan Prestasi di Tingkat Dunia
Ketua KONI Jatim Buka Kejurda Finswimming 2024
KONI Jatim Gandeng Atlas Sport Club Surabaya untuk Persiapan PON 2024
Jelang PON 2024, PBFI Jatim Gelar Tes Prestasi dan Seleksi Terakhir
Usai Terima Sport Achievement Award, Ketua KONI Jatim Komitmen Tingkatkan Prestasi Atlet
Haris, Penjaga Warung Madura di Solo Protes Larangan Buka 24 Jam

Berita Terkait

Selasa, 14 Mei 2024 - 21:09 WIB

5 Atlet Voli Putri Jatim Gabung Timnas di Kejuaraan AVC Challenge for Womens 2024

Senin, 13 Mei 2024 - 20:35 WIB

FOPI Fokus Tingkatkan Prestasi di Tingkat Dunia

Sabtu, 11 Mei 2024 - 20:29 WIB

Ketua KONI Jatim Buka Kejurda Finswimming 2024

Kamis, 9 Mei 2024 - 18:19 WIB

KONI Jatim Gandeng Atlas Sport Club Surabaya untuk Persiapan PON 2024

Sabtu, 4 Mei 2024 - 22:00 WIB

Jelang PON 2024, PBFI Jatim Gelar Tes Prestasi dan Seleksi Terakhir

Kamis, 2 Mei 2024 - 22:30 WIB

Usai Terima Sport Achievement Award, Ketua KONI Jatim Komitmen Tingkatkan Prestasi Atlet

Selasa, 30 April 2024 - 22:31 WIB

Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil Terima Penghargaan Sport Achievement Award

Sabtu, 27 April 2024 - 20:53 WIB

Haris, Penjaga Warung Madura di Solo Protes Larangan Buka 24 Jam

Berita Terbaru