SUMENEP, LensaMadura.com – RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep menerima kunjungan Tim Pembinaan dan Pengawasan Rumah Sakit Tipe B Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur, Rabu, 28 Oktober 2026.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pembinaan dan evaluasi terhadap penyelenggaraan pelayanan rumah sakit setelah RSUD dr. H. Moh. Anwar naik kelas menjadi rumah sakit tipe B pada 2025.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan berbagai aspek pelayanan rumah sakit terus berjalan sesuai standar.
Menurut dia, pembinaan dan pengawasan tidak hanya menjadi sarana evaluasi, tetapi juga kesempatan bagi rumah sakit untuk mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
“Pembinaan dan pengawasan ini menjadi bagian penting bagi kami untuk melihat sejauh mana pelayanan dan penyelenggaraan rumah sakit sudah berjalan sesuai standar. Tentu, ada hal-hal yang perlu terus dievaluasi dan dibenahi agar kualitas pelayanan semakin baik,” kata Erliyati.
Dalam kegiatan tersebut, tim Dinkes Jatim melakukan evaluasi sekaligus penelusuran langsung ke lapangan. Pemeriksaan mencakup berbagai aspek penyelenggaraan rumah sakit, terutama yang berkaitan dengan pemenuhan standar rumah sakit tipe B, mutu pelayanan, dan keselamatan pasien.
Erliyati mengatakan, sejak memperoleh peningkatan status menjadi rumah sakit tipe B, pihaknya terus berupaya memperkuat kapasitas pelayanan, baik dari sisi sumber daya manusia, sarana dan prasarana, maupun tata kelola rumah sakit.
“Sejak naik menjadi rumah sakit tipe B, kami terus berupaya meningkatkan kapasitas, baik dari sisi pelayanan, sumber daya manusia, maupun sarana dan prasarana. Yang paling utama adalah bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan mengutamakan keselamatan pasien,” ujarnya.
Dia menegaskan, pihak rumah sakit terbuka terhadap berbagai masukan dan rekomendasi dari tim pembina. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan perbaikan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan kesehatan.
“Kami terbuka terhadap masukan dan rekomendasi dari tim pembina. Ini menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutur Erliyati. (*)
