Polres Pamekasan Tegaskan FGD Berorientasi Aksi, Bukan Sekadar Seremonial

PAMEKASAN, LensaMadura.com – Polres Pamekasan menegaskan bahwa kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar kepolisian tidak sekadar menjadi forum seremonial atau diskusi tanpa tindak lanjut.

Penegasan itu disampaikan menyusul kritik Presiden Prabowo Subianto terhadap kegiatan FGD yang dinilai berpotensi menjadi ajang seremonial dan pemborosan anggaran.

Dirgahayu RI ke-81

Kasihumas Polres Pamekasan Ipda Yoni Evan Pratama mengatakan pihaknya mendukung arahan Presiden agar setiap kegiatan pemerintah memiliki manfaat dan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

“Pada prinsipnya, Polres Pamekasan sangat mendukung dan sepakat dengan arahan Presiden Prabowo bahwa kegiatan pemerintah tidak boleh sekadar seremonial atau pemborosan. FGD yang dilaksanakan Polres Pamekasan sifatnya action-oriented atau berbasis aksi nyata,” ujar Yoni, Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurut dia, FGD yang digelar Polres Pamekasan menjadi ruang untuk mempertemukan tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan pemangku kepentingan guna membahas persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Forum tersebut, kata Yoni, tidak diarahkan sekadar menghasilkan dokumen rekomendasi. Setiap persoalan yang dibahas diupayakan memiliki solusi dan tindak lanjut yang dapat diterapkan di lapangan.

“Dengan demikian, output utama dari agenda FGD ini bukan sekadar lembaran dokumen rekomendasi, melainkan langkah kerja bersama secara nyata demi menjaga kondusivitas serta kenyamanan seluruh warga Pamekasan,” tegasnya.

Bahas Persatuan di Tengah Polarisasi Digital

Sebelumnya, Kapolres Pamekasan AKBP Wahyu Hidayat menggelar FGD bertajuk “Merawat Bhinneka Tunggal Ika Memperkuat Kesatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital” di Ruang Rapat Tatag Trawang Tungga Polres Pamekasan, Kamis, 13 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian memperkuat persatuan sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

FGD dihadiri pejabat utama Polres Pamekasan, Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Pamekasan Farid Afandi beserta pengurus, tokoh masyarakat, perwakilan Sabuk Kamtibmas, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Pamekasan.

Yoni mengatakan keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam forum tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan membangun kesepahaman dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, termasuk dampak polarisasi di ruang digital.

Ia menambahkan, komitmen tersebut sejalan dengan upaya Kapolres Pamekasan memperkuat sinergi antarelemen masyarakat dan menjaga semangat kebhinekaan.

Polres Pamekasan memastikan hasil pembahasan dalam forum tersebut tidak berhenti di ruang diskusi, tetapi menjadi bagian dari langkah bersama untuk menjaga keamanan, persatuan, dan kenyamanan masyarakat. (*)