SUMENEP, LensaMadura.com – MTs Ar-Rasyid, Duko, Rubaru, Sumenep, melaksanakan pelantikan dan serah terima jabatan Pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) periode 2026–2027 di halaman madrasah, Rabu, 5 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan sekaligus pembinaan karakter peserta didik melalui organisasi.
Pelantikan diikuti seluruh siswa kelas VII hingga IX serta dihadiri Kepala MTs Ar-Rasyid Hariri, Wakil Kepala Madrasah Abdul Ghafar, Pembina OSIM Ustadzah Mutmainnah, dan dewan guru, di antaranya Ustadz Faisol, Ustadz Junaedi, serta Ustadz Noval.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan pengangkatan pengurus OSIM periode baru, dilanjutkan prosesi serah terima jabatan dari pengurus sebelumnya kepada kepengurusan yang baru. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengucapan ikrar sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan amanah organisasi.
Dalam kesempatan tersebut, Moh Khoirul Azam resmi dilantik sebagai Ketua OSIM MTs Ar-Rasyid periode 2026–2027, didampingi Abd. Hamid sebagai Wakil Ketua OSIM. Keduanya diharapkan mampu memimpin organisasi secara profesional, meningkatkan partisipasi siswa dalam berbagai kegiatan, serta memperkuat budaya disiplin dan tanggung jawab di lingkungan madrasah.
Dalam sambutannya, Moh. Khoirul Azam menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berkomitmen menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya serta mengajak seluruh pengurus untuk bekerja sama dalam mewujudkan program-program yang bermanfaat bagi kemajuan madrasah.
“Kami menyadari amanah ini merupakan tanggung jawab yang besar. Oleh karena itu, kami memohon dukungan dari seluruh guru dan peserta didik agar kepengurusan ini dapat menjalankan tugas dengan baik dan memberikan kontribusi positif bagi MTs Ar-Rasyid,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Abdul Ghafar menegaskan bahwa jabatan dalam organisasi merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, OSIM menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, membangun karakter, serta melatih kemampuan bekerja sama dan bermusyawarah.
“Jabatan ini bukan sekadar simbol, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Jadilah pemimpin yang berintegritas, disiplin, dan mampu memberikan teladan yang baik bagi seluruh peserta didik,” pesannya. (*)






