KUALA LUMPUR, LensaMadura.com – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Internasional STIT Aqidah Usymuni Sumenep bersama mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) PTIQ Jakarta menunjukkan kepedulian kemanusiaan dengan membantu proses pengurusan dan pemulangan jenazah seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Aceh yang meninggal dunia di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu, 5 Agustus 2026.
Jenazah diketahui tidak didampingi keluarga selama proses penanganan. Kondisi tersebut mendorong para mahasiswa yang tengah menjalankan program pengabdian di Malaysia untuk turut membantu pengurusan administrasi hingga proses pemulangan jenazah ke Tanah Air.
Aksi kemanusiaan tersebut menjadi wujud nyata bahwa pengabdian mahasiswa tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga dalam memberikan bantuan kepada sesama warga negara yang membutuhkan.
Salah seorang mahasiswa STIT Aqidah Usymuni Sumenep, Nor Moh Ilyasin, mengatakan membantu sesama merupakan bagian dari nilai pengabdian yang ingin diwujudkan selama mengikuti KPM Internasional.
“Kami ingin memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat Indonesia yang membutuhkan bantuan. Meskipun mengurus jenazah memiliki tantangan mental yang tidak ringan, kami tetap ingin menjadi mahasiswa yang bermanfaat bagi sesama, terlebih bagi saudara sebangsa di perantauan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan mahasiswa PTIQ Jakarta, Riski. Ia mengaku pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga sekaligus memperkuat makna pengabdian kepada masyarakat.
“Awalnya kami datang ke Malaysia untuk mengajar. Namun setelah melihat kondisi di lapangan, kami memantapkan niat untuk turut membantu sesama. Bersama mahasiswa STIT Aqidah Usymuni Sumenep, kami menyatukan langkah dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat Indonesia di sini,” katanya.
Kolaborasi mahasiswa dari dua perguruan tinggi itu mencerminkan semangat solidaritas, kepedulian, dan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi bagian penting dari pelaksanaan KPM Internasional.
Kehadiran mereka di tengah masyarakat Indonesia di Malaysia diharapkan tidak hanya memberikan manfaat nyata, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan antarsesama anak bangsa tanpa memandang latar belakang maupun daerah asal. (*)






