Nasional

KONI Jatim Fokus Evaluasi Cabor Prioritas Menuju Prestasi 2026 dan PON 2028

SURABAYA, LensaMadura.com – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, Muhammad Nabil, memaparkan refleksi akhir tahun sekaligus arah strategis pembinaan olahraga Jawa Timur ke depan.

Fokus utama diarahkan pada evaluasi cabang olahraga (cabor) prioritas yang diproyeksikan mampu mendulang prestasi pada tahun 2026 hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Nabil menjelaskan, KONI Jatim telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh cabor berdasarkan capaian prestasi masing-masing. Dari hasil evaluasi tersebut, tidak semua cabor akan dibina secara penuh, melainkan difokuskan pada nomor-nomor tertentu yang dinilai memiliki peluang prestasi paling besar.

“Kalau kita tidak bisa membina seluruh cabor secara maksimal, tentu nomor-nor tertentu di dalam cabor itu yang akan kami prioritaskan,” ujar Nabil di Surabaya, dikutip pada Jumat, 2 Januari 2025.

Fokus Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Untuk agenda jangka pendek, KONI Jatim tengah mempersiapkan sejumlah cabor bela diri yang akan mengikuti event nasional di Sulawesi Utara pada pertengahan tahun. Persiapan kali ini dilakukan lebih matang dibandingkan event serupa sebelumnya di Kudus yang memiliki waktu persiapan terbatas.

“Delapan cabor ini akan kami persiapkan lebih lama agar peningkatan prestasinya bisa lebih optimal,” jelasnya.

Sementara untuk jangka panjang, KONI Jatim mulai memetakan secara cermat cabor-cabor unggulan yang berpotensi menyumbang medali emas pada PON 2028.

Prestasi Diukur Lewat Single Event

Nabil menegaskan pentingnya pengukuran prestasi atlet melalui keikutsertaan dalam single event, baik di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, prestasi atlet tidak cukup hanya dinilai dari latihan atau training camp.

“Kalau hanya latihan, prestasinya belum terukur. Harus ada rekam jejak dari kejuaraan-kejuaraan yang diikuti,” tegasnya.

Selain itu, KONI Jatim juga akan memantau kualitas latihan secara serius serta melakukan pendekatan khusus terhadap cabor-cabor yang selama beberapa tahun terakhir belum menunjukkan capaian maksimal.

Perhatian pada Cabor Minim Medali

KONI Jatim juga menaruh perhatian khusus pada cabor yang memiliki jumlah peserta kejuaraan sangat besar, bahkan mencapai ribuan atlet, namun raihan medalinya masih jauh dari target.

“Kami akan membantu cabor-cabor yang medalinya masih belum sesuai harapan. Mari bersama membangun rekrutmen atlet yang sportif, objektif, dan tanpa sekat, dengan satu alat ukur, yakni prestasi,” kata Nabil.

Targetkan Jatim Pusat Prestasi Nasional

Lebih lanjut, Nabil menegaskan visi besar KONI Jatim untuk menjadikan Jawa Timur sebagai pusat pembinaan, pembibitan, dan prestasi olahraga nasional. Salah satu indikatornya adalah kontribusi atlet Jawa Timur pada ajang SEA Games, yang selama ini dikenal sebagai penyumbang medali emas terbanyak bagi Indonesia.

“Saya mengapresiasi atlet-atlet Jawa Timur yang berprestasi di SEA Games. Ke depan harus muncul generasi baru, disertai penguatan kualitas pelatih,” ujarnya.

Menutup refleksi akhir tahun, Nabil berharap prestasi olahraga Jawa Timur pada tahun-tahun mendatang semakin meningkat dan terukur secara objektif melalui rekam jejak kompetisi atlet.

“Mudah-mudahan prestasinya lebih baik dari sebelumnya. Ukurannya jelas, bukan hanya latihan, tetapi prestasi di event yang diikuti,” pungkasnya. (kj/*)

Related Articles

Back to top button