INKADHA dan BAZNAS Sumenep Perkuat Sinergi Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat

SUMENEP, LensaMadura.com – Institut Kariman Wirayudha Sumenep (INKADHA) Gapura, Sumenep memperkuat komitmennya dalam pengembangan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi umat melalui kerja sama strategis dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sumenep.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara INKADHA dan BAZNAS Sumenep pada 12 Agustus 2026.

Dirgahayu RI ke-81

Kolaborasi ini diarahkan untuk mengembangkan program di bidang pendidikan, sosial, penelitian, serta pemberdayaan ekonomi umat secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Sumenep Ahmad Rahman, Rektor INKADHA Zainollah, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam INKADHA Zainorrahman, serta Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Muhni.

Kehadiran jajaran pimpinan kedua lembaga tersebut menunjukkan komitmen untuk mengoptimalkan potensi perguruan tinggi dan lembaga zakat dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketua BAZNAS Sumenep, Ahmad Rahman, mengatakan kerja sama dengan INKADHA diharapkan menjadi ruang strategis untuk memperluas kontribusi zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sinergi ini penting untuk menghadirkan program yang dapat mendorong kemandirian dan produktivitas masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor INKADHA Zainollah menegaskan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kerja sama dengan BAZNAS menjadi bagian dari upaya INKADHA untuk memperkuat implementasi pendidikan berbasis praktik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan ekonomi syariah,” ujarnya.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam INKADHA Zainorrahman menilai, kerja sama tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan dalam berbagai kegiatan akademik dan pemberdayaan ekonomi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, kata dia, siap mengambil peran melalui pengembangan keilmuan, riset, pelatihan, hingga pendampingan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Muhni mengatakan, MoU tersebut juga dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam memahami pengelolaan zakat, ekonomi syariah, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Kolaborasi ini diharapkan membuka ruang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan magang, penelitian, pengabdian kepada masyarakat maupun program pemberdayaan ekonomi berbasis syariah,” katanya.

Melalui kerja sama tersebut, INKADHA dan BAZNAS berencana mengembangkan sejumlah program kolaboratif, antara lain beasiswa pendidikan, literasi zakat dan ekonomi syariah, penelitian, pelatihan kewirausahaan, pendampingan UMKM, pengabdian kepada masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi mustahik.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi jembatan antara dunia akademik dan lembaga pengelola zakat. Integrasi pendidikan, riset, dan pemberdayaan ekonomi dinilai dapat memperluas manfaat program bagi masyarakat.

Kerja sama INKADHA dan BAZNAS juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi berkelanjutan untuk melahirkan generasi yang unggul, berintegritas, memiliki jiwa kewirausahaan, serta mampu berkontribusi terhadap kemandirian dan kesejahteraan ekonomi umat. (*)