HSN, GP Ansor Sumenep Perkuat Kelembagaan dan Kaderisasi Lewat Lokakarya

SUMENEP, LensaMadura.com – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HS), Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep menggelar lokakarya penguatan kelembagaan, kaderisasi, dan akreditasi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membenahi tata kelola organisasi hingga tingkat ranting.

Kegiatan berlangsung di KH Abdul Wahab Hasbullah GP Ansor Sumenep, Minggu, 10 Oktober 2026.

Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut dari roadshow PC GP Ansor Sumenep ke seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Sumenep yang digelar pada bulan sebelumnya.

Ketua PC GP Ansor Sumenep, KH Qumri Rahman, mengatakan lokakarya tersebut memiliki sejumlah target yang harus segera ditindaklanjuti di tingkat PAC dan ranting.

“Setidaknya ada tiga target. Pertama, bagaimana semua ranting Ansor Sumenep yang berjumlah 294 ranting, SK-nya ter-update dan hidup semua, serta roda organisasi berjalan dengan baik,” kata Qumri.

Target kedua, kata dia, berkaitan dengan kaderisasi formal. Pelaksanaan PKD-Diklatsar dan Dirosah ditargetkan dapat berjalan di seluruh PAC GP Ansor se-Kabupaten Sumenep.

“Yang ketiga adalah bagaimana akreditasi PAC dan ranting Ansor se-Kabupaten Sumenep bisa terlaksana dan dilakukan secara segera dan serentak,” ujarnya.

Menurut Qumri, ketiga agenda tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan organisasi tidak hanya memiliki struktur secara administratif, tetapi juga aktif menjalankan roda organisasi dan kaderisasi.

Sementara itu, Adi Purnomo yang menjadi pemantik dalam lokakarya tersebut memaparkan sejumlah persoalan yang ditemukan dari hasil roadshow PC GP Ansor Sumenep ke PAC se-Kabupaten Sumenep.

Ia membagi persoalan tersebut menjadi dua kelompok besar, yakni masalah internal dan eksternal. Menurut Adi, terdapat sedikitnya enam persoalan internal yang perlu mendapat perhatian.

“Problem internal itu setidak-tidaknya ada enam, mulai dari problem kepemimpinan-pengurus, problem SDM, problem berkegiatan, problem kaderisasi, problem penguatan kelembagaan, serta problem ekonomi, baik itu ekonomi kelembagaan maupun ekonomi kader,” tuturnya.

Selain persoalan internal, terdapat sedikitnya tiga tantangan eksternal yang dinilai turut memengaruhi perkembangan organisasi. Ketiganya meliputi kemampuan mengelola stakeholder, krisis calon kader, serta lingkungan yang kurang mendukung.

“Problem eksternal setidak-tidaknya ada tiga, mulai dari problem memenej stakeholder, problem krisis calon kader serta problem lingkungan yang tidak mendukung,” ujar Adi.

Lokakarya tersebut diikuti jajaran wakil ketua PC GP Ansor Sumenep, termasuk wakil ketua bidang keorganisasian, kaderisasi, dan akreditasi. Hadir pula seluruh pimpinan anak cabang, khususnya jajaran wakil ketua yang membidangi keorganisasian, kaderisasi, dan akreditasi. (*)

Baca Juga