SUMENEP, LensaMadura.com – Ketua Generasi Emas Nusantara (GEN) Jawa Timur, Muhammad Romli, mengapresiasi operasi senyap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur bersama BNNK Sumenep di tempat hiburan malam Mr Ball, Kabupaten Sumenep, Minggu, 1 November 2026 dini hari.
Menurut Romli, langkah tersebut penting untuk memastikan operasi pemberantasan narkotika berjalan efektif, terutama di tengah munculnya dugaan kebocoran informasi razia sebelum petugas tiba di lokasi.
“Langkah BNNP Jawa Timur bersama BNNK Sumenep patut kita apresiasi. Operasi senyap seperti ini sangat penting, terutama ketika muncul dugaan informasi razia kerap bocor. Pemberantasan narkoba membutuhkan strategi, keberanian, dan integritas aparat,” ujar Romli, Senin, 2 Nobember 2026.
Ia menilai, pola operasi yang tidak mudah terdeteksi dapat membantu petugas mengungkap dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika. Namun, upaya tersebut perlu dibarengi penindakan profesional dan pengawasan berkelanjutan.
Soroti Pengawasan Internal BNNK Sumenep
Selain operasi di Mr Ball, Romli juga mengapresiasi langkah BNNP Jawa Timur yang melakukan inspeksi mendadak dan tes urine terhadap seluruh personel BNNK Sumenep.
Pemeriksaan yang berlangsung pada 31 Oktober 2026 itu diikuti 29 personel. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruhnya dinyatakan negatif narkoba.
Bagi Romli, pengawasan internal menjadi bagian penting dalam menjaga integritas lembaga yang memiliki mandat memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
“Ini langkah yang sangat tepat. Sebelum membersihkan lingkungan masyarakat dari narkoba, internal institusi juga harus dipastikan bersih terlebih dahulu. Jangan sampai aparat yang bertugas memberantas narkoba justru terlibat dalam penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.
Ia berharap pemeriksaan semacam itu tidak berhenti sebagai kegiatan insidental, tetapi menjadi bagian dari sistem pengawasan yang dilakukan secara berkala.
14 Orang Terindikasi Positif dalam Operasi Mr Ball
Dalam operasi gabungan BNNP Jawa Timur dan BNNK Sumenep di Mr Ball, sebanyak 184 pengunjung dan karyawan menjalani tes urine. Hasilnya, 170 orang dinyatakan negatif, sementara 14 orang lainnya, terdiri atas 11 laki-laki dan tiga perempuan, terindikasi positif narkotika dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Romli meminta hasil pemeriksaan tersebut ditindaklanjuti sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. Ia juga mengingatkan agar tempat hiburan malam tidak menjadi ruang bagi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
“Jangan sampai tempat hiburan malam justru menjadi ruang yang nyaman bagi pengguna maupun jaringan peredaran narkoba. Kalau ditemukan pelanggaran, harus ditindak sesuai ketentuan hukum. Tidak boleh ada kompromi,” katanya.
Tokoh muda Jawa Timur asal Sumenep itu juga mendorong agar operasi serupa dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, pengawasan tidak cukup hanya menyasar pengguna, tetapi juga perlu diarahkan untuk mengungkap kemungkinan jaringan pemasok dan pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari peredaran narkotika.
“Kami berharap tidak ada tebang pilih. Siapa pun yang terlibat harus diproses secara profesional. Jangan hanya pengguna yang menjadi perhatian, tetapi jaringan peredaran dan pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari bisnis haram ini juga harus diungkap,” tandasnya.
Romli turut mendorong BNNP Jawa Timur, BNNK Sumenep, kepolisian, dan pemerintah daerah memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan serta pemberantasan narkotika hingga tingkat desa.
“Perang terhadap narkoba harus dilakukan tanpa kompromi. Bersihkan internal, perkuat pengawasan eksternal, dan tindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat. Jangan beri ruang bagi peredaran narkotika di Sumenep. Masa depan generasi muda jauh lebih penting daripada kepentingan siapa pun,” pungkasnya. (*)
