PAMEKASAN, LensaMadura.com – Sejumlah dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Madura mengajak peserta didik Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Bugih mengenal nilai kebangsaan melalui kegiatan eduwisata di Yonif TP 540/PM, Kodim 0826 Pamekasan, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Kegiatan bertajuk “Eduwisata Inklusif untuk Penguatan Literasi Kebangsaan bagi Peserta Didik di SLBN Bugih” itu berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB. Selain peserta didik dan guru SLBN Bugih, kegiatan melibatkan mahasiswa, dosen, serta anggota TNI dari Yonif TP 540/PM.
Dosen UIN Madura yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Sahrul Romadhon, Ahmad Imam Khairi, dan Sukron Firdausy.
Sahrul Romadhon mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Menurut dia, konsep eduwisata dipilih agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar di luar lingkungan sekolah. Kegiatan juga dirancang untuk mengenalkan nilai sosial, nasionalisme, dan bela negara dengan cara yang lebih dekat dengan pengalaman mereka.
“Kami dari dosen melaksanakan pengabdian kepada masyarakat untuk SLBN Bugih dalam bentuk eduwisata. Kami mengajak rekan-rekan dari SLBN Bugih untuk berpartisipasi agar mereka mendapatkan pengarahan serta nilai-nilai bela negara dan nasionalisme,” ujar Sahrul.
Kegiatan dimulai dengan pertunjukan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) yang diperagakan anggota Yonif TP 540/PM. Peserta didik kemudian diajak melihat lebih dekat kehidupan prajurit di lingkungan batalyon.
Mereka dikenalkan dengan pakaian dan perlengkapan TNI Angkatan Darat, tempat tidur prajurit, serta sejumlah fasilitas yang berada di lingkungan Yonif.
Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperoleh pengetahuan secara langsung mengenai kehidupan dan tugas anggota TNI.
Suasana kegiatan kemudian semakin interaktif ketika peserta didik diperkenalkan dengan mobil pemadam kebakaran. Mereka tidak hanya melihat kendaraan tersebut, tetapi juga diajak mengikuti permainan air menggunakan mobil damkar.
Aktivitas tersebut membuat peserta didik dapat belajar melalui pengalaman langsung sekaligus menikmati suasana kegiatan di luar sekolah.
Sahrul mengatakan kegiatan pengabdian tersebut diharapkan dapat membuka pengalaman baru bagi peserta didik SLBN Bugih. Pembelajaran di luar kelas dinilai dapat menjadi cara untuk memperluas wawasan sekaligus mengenalkan lingkungan sosial secara lebih nyata.
Melalui kegiatan yang melibatkan unsur pendidikan, masyarakat, dan TNI tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman rekreatif.
Nilai-nilai kebangsaan, kepedulian sosial, nasionalisme, dan bela negara juga diharapkan dapat dikenalkan melalui aktivitas yang menyenangkan dan sesuai dengan semangat pendidikan inklusif.
Kegiatan itu sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus dapat dikembangkan melalui berbagai pengalaman di luar ruang kelas, dengan tetap memperhatikan keterlibatan dan kenyamanan peserta didik. (*)





