Dinkes Sumenep Sosialisasikan Skrining Bayi Baru Lahir untuk Tekan Angka Kematian

SUMENEP, LensaMadura.com – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep mendorong peningkatan skrining bayi baru lahir sebagai salah satu upaya menekan angka kematian bayi.

Upaya itu dilakukan melalui sosialisasi kepada ibu hamil, kader, dan bidan desa di Balai Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan, Jumat, 21 Agustus 2026.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg Ellya Fardasah, mengatakan skrining bayi baru lahir penting untuk mendeteksi secara dini berbagai gangguan kesehatan bawaan yang tidak selalu terlihat sejak bayi dilahirkan.

Menurut dia, peningkatan cakupan skrining menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan deteksi dini melalui program Cek Kesehatan Gratis bagi bayi baru lahir.

“Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui lebih awal adanya gangguan kesehatan pada bayi yang mungkin tidak tampak secara langsung,” kata Ellya.

Dalam sosialisasi tersebut, ibu hamil diberikan pemahaman mengenai jenis gangguan bawaan tersembunyi yang dapat membahayakan bayi. Mereka juga diberikan pemahaman agar siap secara psikologis ketika diminta menyetujui pemeriksaan medis terhadap bayinya.

Salah satu hal yang ditekankan ialah waktu pengambilan sampel darah melalui tumit bayi. Pengambilan sampel idealnya dilakukan saat bayi berusia 24 hingga 72 jam setelah lahir.

Dinkes P2KB juga memperkuat peran kader sebagai penghubung antara tenaga kesehatan dengan masyarakat. Kader diharapkan dapat menjadi agen edukasi di tingkat RT/RW dan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).

Selain memberikan edukasi, kader didorong membantu mengidentifikasi dan mendata ibu hamil di wilayah masing-masing yang telah mendekati hari perkiraan lahir (HPL).

Dengan pendataan tersebut, kader diharapkan dapat membantu memastikan bayi yang baru lahir mendapatkan skrining sesuai waktu yang dianjurkan.

“Kader memiliki peran penting untuk memberikan pemahaman kepada keluarga sehingga orang tua tidak menolak pemeriksaan yang diperlukan bagi kesehatan bayinya,” ujar Ellya.

Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan oleh Tim Kerja Kesehatan Ibu dan Anak Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB Sumenep.

Ellya harap keterlibatan ibu hamil, kader, dan bidan desa dapat meningkatkan cakupan skrining bayi baru lahir.

“Deteksi lebih awal diharapkan memungkinkan gangguan kesehatan pada bayi ditangani sedini mungkin sehingga risiko kematian bayi dapat ditekan,” pungkas Ellya. (*)