JAKARTA, LensaMadura.com – Nama Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mulai masuk dalam pembicaraan mengenai figur yang berpotensi maju dalam Pilgub Jawa Timur 2029.
Aliansi Mahasiswa Pemuda Madura (AMPERA) menjadi salah satu kelompok yang menyatakan dukungan. Organisasi tersebut mendorong Mas Rio, sapaan Yusuf Rio Wahyu Prayogo, untuk mempertimbangkan maju dalam kontestasi kepemimpinan Jawa Timur.
Pernyataan itu disampaikan dalam forum diskusi AMPERA di Jakarta, Minggu, 20 September 2026.
Forum tersebut membahas arah pembangunan Jawa Timur sekaligus aspirasi mahasiswa dan pemuda Madura, termasuk masyarakat Madura yang berada di Pulau Madura dan kawasan Tapal Kuda.
Sejumlah mahasiswa asal Madura dari berbagai perguruan tinggi di Jabodetabek hadir dalam forum tersebut, antara lain dari Universitas Indonesia, UIN Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Pamulang, Universitas Bung Karno dan sejumlah kampus lainnya.
Koordinator Umum AMPERA Al Ghiffari mengatakan dukungan kepada Mas Rio merupakan hasil pembahasan internal organisasi mengenai figur dan arah kepemimpinan Jawa Timur ke depan.
“Kami ingin ada kepemimpinan Jawa Timur yang mampu melihat pembangunan secara lebih luas dan merata, termasuk memperhatikan aspirasi masyarakat Madura dan kawasan Tapal Kuda,” kata Ghiffari dalam keterangannya di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Menurut dia, AMPERA mempertimbangkan sejumlah hal sebelum menyampaikan dukungan, di antaranya pengalaman pemerintahan, rekam kerja, komunikasi dengan masyarakat serta latar sosial dan kultural Mas Rio yang dinilai memiliki keterkaitan dengan kawasan Tapal Kuda.
“Mas Rio kami lihat memiliki pengalaman sebagai kepala daerah dan rekam kerja yang bisa dinilai publik. Kami ingin pengalaman tersebut juga dibawa ke dalam diskusi yang lebih luas mengenai masa depan Jawa Timur,” ujarnya.
AMPERA juga menyoroti perkembangan ekonomi Situbondo selama pemerintahan Mas Rio. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Kabupaten Situbondo tumbuh 5,28 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Struktur ekonomi daerah tersebut masih didominasi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, serta perdagangan.
Ghiffari mengatakan data tersebut menjadi salah satu bahan yang dapat dilihat publik dalam menilai perkembangan Situbondo, meski menurutnya kinerja seorang kepala daerah tidak cukup diukur dari satu indikator.
“Bagi kami, kepemimpinan tidak cukup hanya dilihat dari popularitas. Rekam kerja dan bagaimana seorang pemimpin berkomunikasi dengan masyarakat juga penting,” katanya.
Dari Situbondo ke Jawa Timur
AMPERA melihat posisi Situbondo sebagai bagian dari kawasan Tapal Kuda dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk membicarakan pembangunan Jawa Timur secara lebih luas.
Menurut Ghiffari, hubungan sosial dan kultural antara masyarakat Madura dan kawasan Tapal Kuda dapat menjadi bagian dari pembahasan mengenai pemerataan pembangunan antarkawasan.
“Posisi tersebut dapat menjadi titik awal untuk membangun pembicaraan yang lebih luas mengenai keterhubungan Madura dan Tapal Kuda dalam pembangunan Jawa Timur,” ujarnya.
Meski telah menyatakan dukungan, AMPERA menyadari bahwa tahapan menuju Pilgub Jawa Timur 2029 masih panjang. Karena itu, deklarasi tersebut disebut sebagai sikap organisasi saat ini, bukan keputusan yang mengikat seluruh mahasiswa maupun masyarakat Madura.
“Ini adalah sikap organisasi kami. Kami tidak mengklaim mewakili seluruh mahasiswa atau masyarakat Madura. Karena itu, kami juga terbuka terhadap diskusi dan pandangan yang berbeda,” kata Ghiffari.
Ia juga menyatakan AMPERA tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu dan menyebut dukungan kepada Mas Rio merupakan hasil pembahasan internal organisasi.
Menurut Ghiffari, deklarasi dilakukan lebih awal untuk membuka ruang diskusi mengenai arah kepemimpinan Jawa Timur, bukan untuk mendahului tahapan resmi pemilihan.
“Kami memahami proses politik masih panjang. Justru karena masih panjang, ruang diskusi publik perlu dibuka. Kami ingin melihat bagaimana gagasan dan rekam kerja para figur berkembang hingga tahapan politik resmi dimulai,” ujarnya. (*)
