SUMENEP, LensaMadura.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep menyalurkan 47 unit hand tractor kepada 47 kelompok tani sebagai upaya mendukung modernisasi sektor pertanian sekaligus mengoptimalkan pengelolaan lahan.
Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) tersebut telah didistribusikan kepada kelompok tani sejak Juni 2026.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan hand tractor diberikan untuk membantu petani mengolah lahan secara lebih efektif dan efisien. Menurutnya, pemanfaatan alsintan menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
“Sudah didistribusikan bulan Juni,” ujar Chainur, yang akrab disapa Inung, saat ditemui, Selasa, 28 Juli 2026.
Berdasarkan data DKPP, pengadaan 47 unit hand tractor tersebut menelan anggaran sekitar Rp1,9 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep Tahun Anggaran 2025–2026. Program itu merupakan realisasi dari pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Sumenep.
Inung menegaskan, kelompok tani penerima bantuan harus memanfaatkan alsintan tersebut sesuai peruntukannya, yakni untuk mendukung kegiatan budidaya pertanian. Ia juga mengingatkan agar alat tersebut dirawat dengan baik sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Ini merupakan sarana pendukung untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan. Karena itu, harus dimanfaatkan untuk kepentingan budidaya pertanian, dirawat, dipelihara, dan digunakan dengan baik,” katanya.
Menurut Inung, keberadaan hand tractor telah memberikan manfaat bagi petani karena mampu mempercepat proses pengolahan lahan. Efisiensi itu diharapkan berdampak pada peningkatan produktivitas, terutama untuk komoditas padi.
Ia menambahkan, penyediaan alsintan merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam mempercepat modernisasi pertanian guna mendukung peningkatan produksi pangan.
“Ini bagian dari modernisasi. Sarana ini harus dimaksimalkan dan dirawat dengan baik,” ujarnya. (*)






