Pengurus PMII STIT Aqidah Usymuni Dilantik, Dilanjutkan Pelatihan Kader Dasar

SUMENEP, LensaMadura.com – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) STIT Aqidah Usymuni (STITA) Sumenep Masa Khidmat 2026-2027 resmi dilantik.

Pelantikan sekaligus Pelatihan Kader Dasar (PKD) XV itu berlangsung di Auditorium STIT Aqidah Usymuni Sumenep, Kamis, 29 Oktober 2026.

Mengusung tema “Meneguhkan Militansi, Menguatkan Loyalitas, dan Mengembangkan Intelektualitas Kader sebagai Fondasi Perjuangan Organisasi”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen organisasi sekaligus menegaskan tanggung jawab pengurus dalam menjalankan roda kaderisasi.

Usai dilantik, Ketua Komisariat PMII STIT Aqidah Usymuni, Ainur Rahman, mengatakan pelantikan itu menjadi awal dari tanggung jawab dan pengabdian yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.

“Pelantikan hari ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, bukan pula hanya tentang pengucapan sumpah dan pengesahan sebuah jabatan. Lebih dari itu, pelantikan ini merupakan momentum peneguhan komitmen, penguatan tanggung jawab, serta awal dari perjalanan pengabdian yang harus kita jalankan dengan kesungguhan dan keikhlasan,” ujarnya.

Ainur menyadari, kepengurusan baru akan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perbedaan pendapat hingga keterbatasan sumber daya dan dinamika internal. Namun, ia menilai tantangan tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran jika dihadapi dengan kedewasaan, komunikasi terbuka, dan semangat persahabatan.

“Saya percaya bahwa setiap tantangan dapat menjadi ruang pembelajaran apabila kita menghadapinya dengan kedewasaan, komunikasi yang terbuka, dan semangat persaudaraan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Mabinkom PMII STIT Aqidah Usymuni, Mahfud Amin, menekankan pentingnya kaderisasi dalam membentuk mahasiswa yang kritis, berintegritas, dan mampu menghadapi perubahan zaman.

Ia menegaskan, PMII merupakan organisasi kaderisasi yang berorientasi pada pengembangan kapasitas mahasiswa, bukan organisasi politik.

“PMII bukanlah organisasi politik, melainkan organisasi kaderisasi yang memiliki tanggung jawab besar untuk mencetak mahasiswa yang unggul, kritis, berintegritas, serta memiliki loyalitas terhadap organisasi dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang begitu pesat,” tutur Mahfud.

Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa PMII STITA menjadi organisasi yang lebih aktif dan progresif, serta memberi manfaat bagi kader, lingkungan kampus, dan masyarakat.

“Harapan besar saya, semoga kepengurusan yang baru dapat membawa PMII menjadi lebih masif, lebih progresif, dan semakin memberikan manfaat, baik bagi kader, kampus, maupun masyarakat,” ujarnya. (*)