SUMENEP, LensaMadura.com – MI Ar-Rasyid Duko, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, mematangkan persiapan menghadapi akreditasi dengan mengevaluasi kelengkapan dokumen dan bukti fisik kegiatan pendidikan.
Evaluasi berlangsung di Kantor MI Ar-Rasyid Duko, dengan pendampingan Muhammad Yono selaku guru pengawas Kemenag, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Kegiatan diikuti Kepala MI Ar-Rasyid Duko Fadlillah bersama para guru.
Kegiatan diawali briefing oleh Muhammad Yono untuk menyamakan pemahaman mengenai dokumen dan bukti pendukung yang perlu dipersiapkan. Setelah itu, tim madrasah memeriksa berkas yang telah tersedia sekaligus mencocokkannya dengan bukti pelaksanaan program.
Pemeriksaan tidak hanya berfokus pada administrasi. Tim juga mengidentifikasi bukti fisik yang menunjukkan bahwa program pendidikan yang tercantum dalam dokumen benar-benar telah dilaksanakan.
Dari evaluasi tersebut, sejumlah bagian masih perlu dilengkapi dan disempurnakan. Catatan itu kemudian dibahas untuk menentukan tindak lanjut, termasuk melengkapi dokumen dan bukti pendukung yang masih kurang.
Kepala MI Ar-Rasyid Duko, Fadlillah, mengatakan pembenahan dokumen merupakan bagian dari upaya madrasah memperkuat tata kelola sekaligus memastikan kegiatan pembelajaran terdokumentasi dengan baik.
“Kami ingin melengkapi dokumen dan bukti kegiatan pembelajaran yang telah kami laksanakan sebagai bukti komitmen kami untuk memberikan pelayanan prima dan tertib administrasi,” kata Fadlillah.
Menurut dia, kelengkapan dokumen tidak hanya diperlukan untuk menghadapi akreditasi. Dokumentasi juga penting sebagai rekam jejak pelaksanaan program pendidikan di madrasah.
Karena itu, persiapan dilakukan dengan melihat keterkaitan antara dokumen, program, pelaksanaan, dan bukti pendukung. Dengan cara tersebut, madrasah dapat mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki sebelum memasuki tahapan akreditasi selanjutnya.
Pendampingan Muhammad Yono turut memberikan masukan terhadap dokumen dan bukti fisik yang diperiksa. Setiap catatan hasil evaluasi menjadi bahan tindak lanjut bagi kepala madrasah dan guru.
Persiapan dilakukan secara bersama oleh Fadlillah dan para guru, yakni Mutmainnah, Unzilah, Lutfiyah, Ovi, Aisah, Faiz, serta Ida Fadhjariah. (*)






