BATU, LensaMadura.com – Dr. Hj. Lia Istifhama menerima penghargaan sebagai Tokoh Nasional Inspirator Demokrasi Inklusif dalam ajang Suara Indonesia Award 2026 yang digelar di Kota Batu, Jawa Timur, Kamis, 22 Oktober 2026.
Penghargaan tersebut diberikan bertepatan dengan peringatan hari jadi ke-16 Media Suara Indonesia News di Kusuma Agrowisata Resort & Convention Hotel. L
Tahun ini, Suara Indonesia Award mengangkat tema “Bersama Pers Membangun Negeri, Mengapresiasi Dedikasi dan Kontribusi untuk Indonesia”.
Lia menyebut penghargaan itu bukan sekadar apresiasi terhadap dirinya. Menurut dia, penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa demokrasi membutuhkan ruang partisipasi yang terbuka bagi seluruh masyarakat.
“Bagi saya, penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi personal, tetapi juga pengingat bahwa demokrasi harus terus kita rawat bersama,” kata Lia.
Ia menilai demokrasi yang sehat tidak berhenti pada proses politik untuk memilih pemimpin. Demokrasi, menurut dia, juga harus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan memperoleh kesempatan yang setara.
“Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk berpartisipasi, menyampaikan aspirasi, dan memperoleh kesempatan yang setara,” ujarnya.
Lia juga menekankan pentingnya keterbukaan terhadap perbedaan sebagai bagian dari praktik demokrasi inklusif. Menurut dia, keberagaman pandangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan publik.
“Demokrasi tidak cukup hanya dimaknai sebagai proses memilih pemimpin. Lebih dari itu, demokrasi harus menghadirkan keadilan, keterbukaan, dan penghormatan terhadap perbedaan,” katanya.
Ia berharap nilai inklusivitas tidak hanya menjadi gagasan, tetapi terus tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
“Semoga semangat inklusivitas ini terus tumbuh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” lanjutnya.
Sementara itu, Direktur Media Suara Indonesia News, Zaini, mengatakan Suara Indonesia Award merupakan bentuk apresiasi media terhadap tokoh yang dinilai memiliki kontribusi bagi masyarakat dan kehidupan berbangsa.
Menurut Zaini, pers tidak hanya menjalankan fungsi penyampaian informasi kepada publik, tetapi juga dapat memberikan ruang apresiasi terhadap berbagai bentuk dedikasi dan kontribusi positif di tengah masyarakat.
“Pers tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi yang akurat kepada publik, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam mengapresiasi dedikasi dan kontribusi tokoh yang membawa nilai positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Zaini.
Penghargaan kepada Lia, lanjut dia, menjadi bagian dari upaya mengangkat nilai demokrasi inklusif dalam kehidupan publik.
Peringatan 16 tahun Media Suara Indonesia News melalui Suara Indonesia Award 2026 turut mempertemukan insan pers, tokoh publik, dan masyarakat.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk mendorong keterbukaan terhadap aspirasi, penghormatan terhadap perbedaan, serta partisipasi masyarakat dalam kehidupan publik. (*)
