SURABAYA, LensaMadura.com – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menerima penghargaan Politisi Idola Gen Z dalam ajang Radar Surabaya Award 2026 yang digelar di Hotel Vasa Surabaya, Kamis, 30 Juli 2026.
Penghargaan tersebut diberikan di hadapan sejumlah pejabat nasional dan pimpinan daerah di Jawa Timur.
Direktur Radar Media Surabaya, Lilik Widyantoro, mengatakan penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kiprah Lia Istifhama yang dinilai mampu membangun komunikasi dengan kalangan generasi muda.
“Penghargaan sebagai Politisi Idola Gen Z ini menegaskan bahwa ketika politik dijalankan dengan hati dan kecerdasan, ia mampu menjadi ruang inspirasi yang merangkul semua kalangan,” kata Lilik.
Di kalangan aktivis mahasiswa, Lia Istifhama dinilai memiliki pendekatan yang terbuka saat berdialog dengan anak muda.
Alisa Khairunnisa, kader PMII Jawa Timur, mengatakan senator yang akrab disapa Ning Lia itu kerap hadir dalam forum-forum diskusi dan membangun komunikasi secara setara.
“Ning Lia sosok yang sangat menyenangkan dan ramah. Kalau diundang dan diajak berdialog, beliau sangat open minded. Beliau tidak canggung untuk turun langsung dan berdiskusi setara dengan kami,” ujar Alisa.
Pendapat serupa disampaikan Fahmi Smit, aktivis muda yang menjadikan rekam jejak Lia Istifhama sebagai objek penelitian skripsinya. Menurut dia, gaya komunikasi Lia dinilai mudah diterima oleh kalangan muda.
“Gaya komunikasinya sangat cair, mulai dari pemanfaatan media sosial hingga cara beliau menyampaikan materi seminar yang mudah dipahami. Sering dibuka dengan pantun, jadi pertemuannya selalu seru dan tidak membosankan,” kata Fahmi.
Direktur Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), Nanang Haromain, menilai kehadiran Lia Istifhama menjadi fenomena yang menarik dalam dinamika politik nasional.
“Munculnya nama Lia Istifhama ini merupakan sebuah anomali positif dalam dunia politik Indonesia,” ujar Nanang.
Lia Istifhama merupakan anggota DPD RI asal Jawa Timur. Selain aktif sebagai legislator, ia juga dikenal terlibat dalam berbagai kegiatan kepemudaan, pendidikan, dan kebudayaan.
Putri KH Masykur Hasyim itu menempuh pendidikan di Universitas Airlangga, UIN Sunan Ampel Surabaya, STAI Taruna, kemudian melanjutkan studi Magister Ekonomi Islam hingga meraih gelar doktor di UIN Sunan Ampel Surabaya.
Dalam berbagai kesempatan, Lia juga aktif menghadiri forum yang digelar organisasi kepemudaan, seperti HMI, PMII, GMNI, IPPNU, KOPRI, dan sejumlah komunitas masyarakat. (*)





