SUMENEP, LensaMadura.com – Perpustakaan Lembaga Arrawiyah, Desa Bilapora Timur, Kecamatan Ganding, Sumenep, kembali diaktifkan setelah sebelumnya kurang terawat dan jarang dimanfaatkan siswa.
Program tersebut digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah Posko 15 sebagai bagian dari program kerja mereka. Pembenahan dilakukan untuk mengembalikan fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar sekaligus mendorong minat baca siswa.
Mahasiswa memulai kegiatan dengan membersihkan seluruh ruangan, merapikan fasilitas, serta menata kembali barang-barang yang berada di dalam perpustakaan. Koleksi buku kemudian dipilah berdasarkan kondisi. Buku yang masih layak baca ditata kembali di rak, sedangkan buku yang rusak dipisahkan.
Penataan tersebut dilakukan agar koleksi lebih terorganisasi dan mudah ditemukan siswa. Sejumlah bagian ruangan juga dihias sehingga suasana perpustakaan menjadi lebih bersih, menarik, dan nyaman untuk kegiatan belajar.
Penanggung jawab pengelolaan Perpustakaan Lembaga Arrawiyah, Sinta Nadya Hoirunnisa’, menyambut baik pembenahan yang dilakukan mahasiswa KKN. Menurutnya, program tersebut membawa perubahan terhadap kondisi perpustakaan yang sebelumnya kurang terawat.
“Sebelumnya perpustakaan ini memang sudah kurang terawat dan jarang digunakan. Dengan adanya program dari KKN Universitas Annuqayah Posko 15, perpustakaan mulai dibersihkan, buku-buku dipilah kembali, dan ruangan ditata agar lebih nyaman digunakan,” ujar Sinta.
Ia berharap perpustakaan tidak kembali menjadi ruang yang hanya menyimpan buku. Menurutnya, keberadaan perpustakaan perlu diikuti kegiatan yang membuat siswa tertarik datang dan memanfaatkannya.
“Harapannya, setelah perpustakaan ini diaktifkan kembali, anak-anak bisa lebih sering datang untuk membaca dan memanfaatkan buku-buku yang tersedia. Perpustakaan juga jangan sampai kembali tidak digunakan,” katanya.
Untuk memperluas fungsi perpustakaan, mahasiswa KKN Posko 15 juga menghadirkan kegiatan menonton film edukasi yang dilaksanakan tiga kali dalam sepekan.
Kegiatan tersebut dibagi berdasarkan jenjang pendidikan. Siswa kelas 1–3 MI mendapat jadwal pada Senin, kelas 4–6 MI pada Selasa, sedangkan siswa tingkat MTs mengikuti kegiatan pada Rabu.
Film yang dipilih tidak sekadar untuk hiburan. Tayangan disesuaikan dengan unsur edukasi agar siswa memperoleh pengetahuan dan wawasan tambahan melalui media audiovisual.
Setelah pemutaran film, siswa diajak melakukan review. Mereka diminta mengingat kembali isi tayangan, memahami pesan yang disampaikan, serta menyampaikan pendapat dengan bahasa sendiri.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran. Siswa dilatih menceritakan kembali isi film dan menghubungkan pesan yang diperoleh dengan kehidupan sehari-hari.
Salah seorang siswa MTs, Faro Al Adilah Amir, mengaku senang dengan kondisi perpustakaan yang kini lebih tertata. Ia juga menilai kegiatan menonton film edukasi memberikan pengalaman belajar yang berbeda.
“Saya merasa senang dengan diaktifkannya kembali perpustakaan. Sekarang lebih nyaman untuk berkunjung karena selain bisa membaca buku, ada juga kegiatan menonton film edukasi yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan,” ujar Adel.
Menurut Adel, kegiatan review setelah menonton juga membantu siswa memahami materi yang disampaikan dalam film. Pembahasan tersebut memberi kesempatan kepada siswa untuk mengingat informasi sekaligus menyampaikan pendapat.
Program yang dilaksanakan pada 30 Agustus 2026 itu diharapkan tidak berhenti selama masa KKN berlangsung. Mahasiswa berharap pengelolaan ruangan, penataan buku, kegiatan membaca, hingga pemutaran film edukasi dapat dilanjutkan secara berkelanjutan.
Dengan kembali aktifnya perpustakaan, siswa Lembaga Arrawiyah memiliki ruang alternatif untuk belajar di luar kelas. Perpustakaan diharapkan berkembang menjadi ruang edukasi yang tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga menjadi tempat membaca, menonton, berdiskusi, dan memperluas wawasan. (*)
