SUMENEP, LensaMadura.com – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 Tahun 2026 dengan menggelar doa bersama dan santunan anak yatim, Kamis, 17 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Kantor KSOP Kalianget tersebut dihadiri jajaran internal KSOP serta sejumlah pemangku kepentingan sektor maritim.
Doa bersama dipimpin KH Ahmad Bajuri. Para peserta mendoakan agar seluruh aktivitas pelayaran dari dan menuju Pelabuhan Kalianget berlangsung aman, lancar, serta terhindar dari berbagai risiko selama perjalanan.
Dalam kesempatan tersebut, KSOP Kalianget juga menyerahkan bantuan sosial kepada anak-anak yatim serta pengurus Yayasan Dapur Yatama Kalianget.
Kepala KSOP Kelas IV Kalianget Azwar Anas mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum silaturahmi dalam rangka Harhubnas, tetapi juga bagian dari ikhtiar untuk memperkuat kepedulian terhadap keselamatan pelayaran.
“Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Melalui doa bersama ini, kami memohon agar seluruh aktivitas pelayaran dari dan menuju Pelabuhan Kalianget diberikan kelancaran dan keselamatan. Ikhtiar secara lahir dan batin harus terus kita lakukan,” ujar Azwar.
Menurut dia, keselamatan pelayaran tidak cukup hanya ditopang oleh sarana dan prasarana. Kepatuhan terhadap aturan dan kedisiplinan seluruh pihak juga menjadi faktor penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan di laut.
Hal tersebut mencakup petugas pelabuhan, operator dan awak kapal hingga penumpang serta pengguna jasa transportasi laut. Masing-masing memiliki peran dalam memastikan prosedur keselamatan diterapkan selama aktivitas kepelabuhanan dan pelayaran.
Melalui momentum Harhubnas, KSOP Kalianget juga berkomitmen memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi dan pemangku kepentingan sektor maritim. Sinergi tersebut diperlukan agar pelayanan dan aktivitas kepelabuhanan berjalan sesuai standar keselamatan yang berlaku.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan. Setiap ketentuan dan prosedur keselamatan harus dipatuhi demi melindungi para penumpang, awak kapal, maupun pengguna jasa transportasi laut lainnya,” katanya. (*)






