SUMENEP, LensaMadura.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep terus mengerahkan petugas kebersihan untuk menjaga kebersihan lingkungan di tengah padatnya aktivitas masyarakat dan berbagai kegiatan daerah.
Petugas kebersihan DLH tidak hanya bekerja pada hari-hari biasa. Ketika kegiatan besar digelar dan jumlah masyarakat yang berkumpul meningkat, mereka tetap berada di lapangan untuk menangani sampah yang muncul dari aktivitas pengunjung.
Pekerjaan tersebut meliputi menyapu jalan, mengumpulkan dan mengangkut sampah, hingga membersihkan kembali lokasi kegiatan dan ruang publik setelah acara selesai.
Salah satu aktivitas tersebut terlihat dalam pelaksanaan Festival Musik Tongtong Se-Madura 2026. Di tengah keramaian festival, petugas kebersihan DLH Sumenep tetap melakukan pembersihan di sekitar lokasi dan jalur yang digunakan masyarakat.
Botol plastik, kemasan makanan, kertas, dan sampah lainnya dikumpulkan agar tidak menumpuk dan mengganggu kenyamanan masyarakat.
Bagi petugas kebersihan, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari rutinitas pelayanan lingkungan. Kehadiran mereka diperlukan setiap kali aktivitas masyarakat berpotensi meningkatkan volume sampah, termasuk saat berlangsungnya festival dan kegiatan publik lainnya.
Sekretaris Jurnalis Sumenep Independen (JSI), Toifur, mengapresiasi kinerja petugas kebersihan DLH Sumenep. Menurutnya, pekerjaan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.
“Menurut saya, mereka ini adalah mujahid lingkungan. Hampir setiap saat mereka bekerja menjaga kebersihan. Ketika masyarakat sedang menikmati kegiatan, mereka justru memikirkan bagaimana setelah kegiatan itu selesai lingkungannya tetap bersih,” ujar Toifur, Minggu, 6 September 2026.
Menurut Toifur, beban petugas kebersihan cenderung bertambah ketika sebuah kegiatan mendatangkan banyak pengunjung. Karena itu, ia menilai kerja petugas DLH perlu mendapat perhatian dan apresiasi.
“Bukan hanya saat Festival Tongtong. Setiap hari mereka bekerja. Ketika ada event, pekerjaannya tentu semakin berat karena volume sampah juga bertambah. Karena itu, menurut kami, mereka layak mendapatkan apresiasi,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat ikut mengurangi beban petugas kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Kalau masyarakat ikut menjaga kebersihan, pekerjaan mereka tentu akan lebih ringan. Kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Toifur.
Aktivitas petugas kebersihan DLH tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan masyarakat. Ketika keramaian berakhir, pekerjaan membersihkan lingkungan tetap berlanjut agar ruang publik dapat kembali digunakan dalam kondisi bersih dan nyaman. (*)






