SUMENEP, LensaMadura.com – Petani tembakau di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memasuki masa pascapanen dengan kondisi yang dinilai cukup menggembirakan.
Cuaca yang mendukung dan harga tembakau yang relatif baik menjadi dua faktor yang membuat musim panen tahun ini berjalan lebih bersahabat bagi petani.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan kondisi tersebut menjadi kabar baik bagi petani setelah melewati proses masa tanam hingga panen.
“Alhamdulillah, kami merasa senang. Cuaca mendukung, harga juga bagus, bersahabat,” kata Chainur Rasyid saat ditemui, Kamis, 17 September 2026.
Menurut dia, dukungan cuaca menjadi salah satu faktor penting dalam proses panen tembakau.
Kondisi cuaca yang baik membantu petani dalam menangani hasil panen, termasuk proses pengeringan daun tembakau.
Selain cuaca, harga juga menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan hasil yang diterima petani. Harga yang dinilai bersahabat membuat petani memiliki harapan terhadap hasil usaha mereka setelah mengeluarkan biaya produksi selama musim tanam.
“Kalau cuaca bagus dan harga juga bagus, tentu petani merasa lebih tenang. Ini yang membuat kami senang melihat kondisi musim tembakau tahun ini,” ujarnya.
Memasuki fase pascapanen, perhatian kini bergeser pada bagaimana hasil tembakau petani terserap pasar dengan harga yang tetap baik.
Kondisi tersebut menjadi penting agar keuntungan yang diperoleh petani tidak hanya dirasakan saat panen, tetapi juga setelah seluruh hasil tembakau terjual.
Chainur mengatakan secara umum kondisi musim tembakau tahun ini cukup baik. Ia berharap situasi tersebut dapat terus terjaga sehingga petani memperoleh hasil yang sepadan dengan biaya dan tenaga yang telah dikeluarkan.
“Kami berharap kondisi seperti ini bisa terus dipertahankan. Cuaca mendukung dan harga juga bersahabat bagi petani,” katanya. (*)






