Dinkes Sumenep Bekali Dokter Puskesmas Deteksi dan Tangani Penyakit Ginjal Kronis

SUMENEP, LensaMadura.com – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep memperkuat kapasitas dokter puskesmas dalam mendeteksi dan menangani penyakit ginjal kronis sejak tahap awal.

Upaya itu dilakukan melalui bimbingan teknis deteksi dini dan tatalaksana penyakit ginjal kronis yang digelar di Ballroom Hotel Myze Sumenep, Senin, 5 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut diikuti dokter umum dari puskesmas se-Kabupaten Sumenep. Bimbingan teknis menghadirkan Aditiawardana, dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi, sebagai narasumber.

Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, drg Ellya Fardasah, mengatakan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan penting agar gangguan fungsi ginjal dapat dikenali sedini mungkin.

“Deteksi dini penting agar penyakit ginjal kronis dapat diketahui sejak awal sehingga penanganannya bisa dilakukan sesuai kondisi dan stadium penyakit,” kata Ellya.

Menurut dia, penyakit ginjal kronis membutuhkan penanganan yang tepat sejak tahap awal untuk mencegah kondisi pasien terus memburuk. Karena itu, dokter di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama perlu memiliki kemampuan dalam mengenali tanda dan faktor risiko penyakit tersebut.

Bimbingan teknis itu juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dokter dalam melakukan identifikasi, diagnosis, serta menentukan tata laksana pasien berdasarkan stadium penyakit ginjal kronis.

Ellya mengatakan puskesmas memiliki posisi penting dalam upaya deteksi dini karena menjadi salah satu pintu pertama masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Kompetensi dokter puskesmas perlu terus diperkuat, terutama dalam mengidentifikasi penyakit ginjal kronis secara dini dan menentukan tindak lanjut sesuai kondisi pasien,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinkes P2KB Sumenep, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Sumenep, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes P2KB Sumenep, serta dokter umum puskesmas se-Kabupaten Sumenep. (*)