SUMENEP, LensaMadura.com – Piala AF Sport U-17 Kabupaten Sumenep disiapkan sebagai salah satu wadah untuk menjaring pemain muda potensial dari berbagai kecamatan. Pemain yang tampil menonjol berpeluang mengikuti seleksi untuk persiapan menghadapi Liga 4.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan turnamen tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah membuka ruang bagi anak muda untuk mengembangkan potensi di bidang sepak bola.
“Selain itu, kami juga memberikan wadah seluas-luasnya bagi para atlet Sumenep, salah satunya melalui Piala AF Sport U-17 ini. Kami ingin menjaring pemain-pemain andal yang ada di kecamatan. Nantinya, mereka juga akan kami siapkan berkesempatan mengikuti seleksi Liga 4,” ujar Achmad Fauzi dalam Talk Show Persiapan Piala AF Sport U-17, Selasa, 22 September 2026.
Menurut dia, kompetisi saja tidak cukup untuk membangun prestasi sepak bola. Pembinaan juga perlu ditopang pelatih yang memiliki kompetensi sehingga perkembangan pemain dapat dipantau sejak tingkat kecamatan.
“Pemerintah Kabupaten Sumenep selama ini tentu sangat mendukung masyarakat, khususnya anak muda dalam mengembangkan potensinya, termasuk di bidang olahraga, salah satunya sepak bola. Kami menyadari, kalau untuk olahraga pengembangan potensi atlet harus didukung juga dengan hadirnya pelatih yang kompeten,” katanya.
Achmad Fauzi meminta pemain yang akan mengikuti turnamen mempersiapkan diri secara maksimal. Penampilan mereka nantinya menjadi bagian dari proses pemantauan oleh pelatih di masing-masing kecamatan.
“Harapan kami, para atlet bisa mempersiapkan diri secara maksimal dan memberikan performa terbaiknya, karena nanti akan diseleksi oleh para pelatih yang ada di masing-masing kecamatan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Askab PSSI Sumenep Febmi Noerdiansyah mengatakan persiapan turnamen masih dalam tahap pematangan. Askab PSSI sedang menyusun sejumlah ketentuan teknis sebelum regulasi resmi diumumkan kepada calon peserta.
“Jadi saat ini proses pematangan konsep yang akan kita laksanakan terkait dengan teknis kegiatan. Insya Allah akan di-start mulai 10 Oktober 2026,” kata Febmi.
Salah satu yang masih dibahas adalah mekanisme keikutsertaan setiap kecamatan. Menurut Febmi, format akan dibuat lebih fleksibel sesuai arahan Bupati, tetapi tetap mengacu pada regulasi sepak bola PSSI.
“Pak Bupati ingin ini lebih fleksibel terkait dengan keikutsertaan kecamatan masing-masing, tapi tidak mengesampingkan teknis regulasi yang ada di sepak bola PSSI itu sendiri,” jelasnya.
Askab PSSI Sumenep masih merampungkan sejumlah detail, termasuk persyaratan peserta, format kompetisi dan jadwal pertandingan. Setelah seluruh konsep selesai, ketentuan tersebut akan diumumkan kepada peserta.
“Kalau sudah selesai nanti sesegera mungkin akan kita rilis. Teknis persyaratannya, model kompetisinya, time schedule-nya, kemudian lain-lain akan segera kita rilis,” ujarnya.
Febmi mengatakan sejumlah pihak sudah menanyakan mekanisme turnamen yang dijadwalkan mulai 10 Oktober tersebut. Namun, Askab PSSI memilih menyelesaikan seluruh konsep terlebih dahulu agar aturan yang diumumkan nantinya sudah siap diterapkan.
“Biar nanti sudah bisa ditetapkan. Kita selesaikan dulu. Karena memang banyak yang bertanya terkait dengan adanya kompetisi ini. Insya Allah secepatnya kita rilis,” tandasnya. (*)






