SUMENEP, LensaMadura.com – Sebanyak 47 siswa TK/RA Darul Jalal mengunjungi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sumenep bersama enam guru pendamping, Rabu, 14 Oktober 2026.
Dalam kunjungan tersebut, para siswa dikenalkan dengan seni membatik dan musik tradisional saronen yang menjadi bagian dari program pembinaan warga binaan.
Kegiatan itu memberi kesempatan kepada siswa untuk melihat langsung proses pembuatan batik melalui program pembinaan kemandirian Batik Catra. Mereka diperkenalkan dengan tahapan pengerjaan kain hingga menjadi karya bernilai seni.
Selain membatik, siswa menyaksikan pertunjukan musik tradisional saronen yang dimainkan oleh warga binaan Rutan Sumenep. Para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan dan menikmati pertunjukan kesenian tersebut.
Kepala Rutan Sumenep Aditya Wahyu Rahmadani mengatakan kunjungan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi anak-anak sekaligus memperkenalkan kegiatan pembinaan yang berlangsung di dalam Rutan.
“Kami menyambut baik kunjungan ini karena anak-anak dapat memperoleh pengalaman belajar yang berbeda, sekaligus mengenal seni membatik dan musik tradisional secara langsung,” kata Aditya.
Menurut dia, Rutan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan pembinaan bagi warga binaan. Kegiatan yang berlangsung di dalamnya juga dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.
“Kami ingin mengubah stigma bahwa Rutan dan Lapas merupakan tempat yang menyeramkan menjadi ruang yang edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Aditya mengatakan kegiatan membatik dan musik saronen juga menjadi bagian dari upaya mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan potensi seni warga binaan. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka setelah kembali ke tengah masyarakat. (*)






