Tokoh Ulama di Sumenep Dukung Pencabutan PPKM

KH. Ach Baidhawi Amier, Pengasuh Pondok pesantren Nurul Huda Talang-Saronggi Sumenep.

SUMENEP, Lensa Madura – Salah satu tokoh masyarakat di Kabupaten Sumenep, KH. Ach Baidhawi Amier mendukung wacana pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilontarkan Ketua DPD Golkar Provinsi Jawa Timur, M. Sarmuji.

“Kebijakan PPKM memang sudah waktunya dicabut oleh pemerintah pusat, karena saat ini pandemi Covid-19 khususnya di Kabupaten Sumenep dan Pulau Madura sudah menurun drastis,” katanya seperti ditulis Memorandum.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Achmad Fauzi Ajak Nakes Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan

Apalagi, kata dia, sudah menjelang bulan Ramadlan. Hingga dirinya berharap pemerintah segera mencabut aturan PPKM.

“Karena umat Islam ingin beribadah dengan tenang dan nyaman. Sudah dua kali ramadhan salat tarawih dibatasi,” tambahnya.

Sementara, Kiai Baidhawi Amier mengaku, dukungan kepada Ketua DPD Golkar Provinsi Jawa Timur yang mengusulkan pencabutan PPKM karena aspirasi dari sebagian besar masyarakat Sumenep.

Baca Juga :  Korkab Sumenep TPP, Mohammad Ilyas: Pendataan IDM Berbasis SDGs Untuk Kemajuan Desa

“Masyarakat sudah bersabar sejak lama, mereka sangat berharap bulan ramadan tahun ini tidak lagi ada PPKM. Mungkin harapan ini tidak hanya dari umat Islam di Sumenep tapi dari seluruh Umat Islam Se-Indonesia,” kata pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Talang Kecamatan Saronggi tersebut.

Baca Juga :  Disdik Sumenep Tetap Terapkan Sistem Zonasi untuk PPDB 2024, Ikuti Regulasi Baru

Masih seperti ditulis Memorandum, KH. Ach Baidhawi Amier menjelaskan, meskipun tidak ada PPKM masyarakat sudah sadar untuk menerapkan protokol kesehatan ketika melaksanakan ibadah di bulan ramadhan.

“Apalagi sebagian besar umat Islam sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19,” pungkasnya. (*)

Dapatkan Berita Terupdate dari Lensa Madura di: