Langgar Kode Etik Polri, Kapolres Sumenep Pecat Aggotanya

Sumenep, Lensamadura.com – Kapolres Sumenep AKBP Rahman Wijaya pimpin upacara pemberhentian secara tidak terhormat kepada anggotanya dan secara tegas memecat nama Brigadir Bowo Enrik Hendrawan. Senin, 19 Juli 2021.

Kegiatan itu dimulai pukul 07.00 WIB bertempat di Lapangan Apel Sanika Satyawada Polres Sumenep Jl. Urip Sumoharjo No.35 Desa Pabian Kec. Kota Kab. Sumenep.

Baca Juga :  KKP Resmikan Suak Gual Menjadi Percontohan Kampung Nelayan Maju

AKBP Rahman Wijaya menjelaskan, Pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap seorang anggota Polri merupakan penerapan dari PP RI No.1 Tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri.

“D isisi lain merupakan kebijaksanaan pimpinan dimana yang bersangkutan dinilai tidak layak lagi menjadi anggota Polri, terkait dengan pelanggaran yang dilakukan sangat bertentangan dengan kode etik profesi Polri,” kata AKBP Rahman Wijaya.

Baca Juga :  Siddik Ancam Ungkap Fakta Penyerobotan Percaton, Subagyo: Itu Fitnah Lagi Ke PT. SMIP

Dia menjelaskan, hal tersebut juga merupakan suatu upaya untuk mewujudkan program reformasi birokrasi di tubuh Polri, sehingga Polri disegani dan dicintai masyarakat

“Baru saja kita melaksanakan upacara PTDH ini absentia terhadap seorang anggota Polri Brigadir Bowo Enrik Hendrawan, Jabatan terakhir BA Polsek Sepudi,” tambahnya.

Baca Juga :  BPD Sapeken Sumenep Berhentikan Panitia Pilkades 2021, Ini Penyebabnya

Dirinya menegaskan, secara resmi yang bersangkutan telah beralih status dari semula anggota Polri di Polres Sumenep kini kembali sebagai anggota masyarakat.

“Peristiwa ini seharusnya tidak perlu terjadi, apabila kita selaku anggota Polri Dalam melaksanakan tugas senantiasa melaksanakan tugas dengan baik serta mematuhi Per Undang-Undangan hukum yang berlaku,” pungkasnya. (red/rip)

Dapatkan Berita Terupdate dari Lensa Madura di: