Enggan Menjadi Seragam

MENCARI WARNA: Fayat Muhammad (membungkuk) dalam acara Ababat Platform/Foto: Facebook Fayat Muhammad.

Lensa Madura – Bagian spesifik dalam karya batik kontemporer adalah intensitas menggali kekuatan garis dan komposisi warna, sebab di dalamnya mencitrakan berbagai hal. Garis yang dihadirkan bukan hanya penegak formal dari sejumlah teknik membatik, melainkan juga membunyikan segala rupa yang menjadi motif dan pola. Di sinilah visual mengalami pengembangan pada tahap eksplorasi dari bentuk-bentuk sederhana hingga yang paling rumit dan kompleks.

Baca Juga :  Hadir di Madura, Eco Racing Penghemat BBM

Secara bentuk atau ekspresi motif biasanya bukan hanya berangkat dari semangat kerja ataupun karena sudah menginternalisasi objek ke dalam penjiwaan lewat praktik improvisasi impresif, bukan juga mengandaikan keterampilan menggambar tapi lebih menekankan terhadap rangkuman garis yang menyimpan gagasannya.

Baca Juga :  Yuk Rebut! Golkar Young Entrepreneur Siapkan Modal Usaha Total Rp 500 Juta Bagi Pengusaha Pemula di Madura

Maka, membatik bukan hanya praktik bekerja, mengukur, menggaris, dan mewarnai pada medan ruang kain. Ia bisa menjadi sebentuk musium yang memungkinkan terjadinya pembendaharaan tentang konsep, wacana, dan peristiwa yang dibekukan dalam bingkai kain.

Baca Juga :  Marak Pinjol Ilegal, OJK Lakukan Sosialisasi di Banyuwangi

Sumber: Facebook Fayat Muhammad

Dapatkan Berita Terupdate dari Lensa Madura di: