DKPP Sumenep Panen Melon Love Bersama Petani di Ambunten

SUMENEP, Lensamadura.com Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep terus mendorong inovasi teknologi dalam budidaya sektor pertanian, khususnya komoditas melon yang ada diwilayah Ambunten, Kabupaten Sumenep.

Hal tersebut dilakukan dengan tujuan meningkatkan daya saing dan menambah daya tarik melon yang ada Kecamatan Ambunten Sumenep.

Arif Firmanto Kepala DKPP Sumenep menyampaikan budidaya melon sebagai komoditas bisnis unggulan dari sub sektor hortikultura sehingga kemudian petani setempat belajar menanam melon yang baik dan berkelanjutan.

“Pengairan dan pemupukannya pun juga menggunakan metode modern, yakni hidroponik dan fertigasi tetes,” kata Arif Firmanto saat panen melon bersama petani di Ambunten Minggu 16 Oktober 2022.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN STITA Sumenep Gelar Pembinaan UMKM

Saat ini, BPP Kecamatan Ambunten di himbau agar mengembangkan melon berbentuk kotak dan hati atau love. Melon yang dikembangkan merupakan jenis melon Golden Langkawi dengan sasaran pasar menengah ke atas dan dibudidayakan sesuai standar keamanan pangan.

Pemasaran melon jenis Golden Lengkawi yang ada di Kecamatan Ambunten tersebut nantinya akan diusahakan agar tembus dipasar nasional, sehingga petani melon merasakan dampak dari inovasi tersebut serta memberikan pengaruh terhadap ekonomi warga setempat.

Baca Juga :  Disdik Sumenep Gelar Bimtek Penguatan Perubahan Pembelajaran Transisi PAUD-SD

Dari sisi analisa usaha, untuk memproduksi melon bulat dibutuhkan biaya produksi melon bulat sekitar Rp10.000/tanaman. Dari 1 buah yang dihasilkan rata-rata memiliki berat 1,5 kilogram (kg) dengan rata-rata harga mencapai Rp27.000 per buah. Sedangkan dengan inovasi bentuk melon love dan kotak, biaya produksi yang dibutuhkan sebesar Rp14.000/tanaman dengan harga jual melon kotak mencapai Rp45.000/buah, dan melon love mencapai Rp50.000/buah.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, dalam 1 pohon diatur dengan menyisakan 1 buah melon yang dipelihara sesuai SOP. Perkiraan keuntungan menanam buah melon kotak dan love bisa mencapai 45 persen dari biaya produksi dibandingkan dengan melakukan budidaya melon bulat.

Baca Juga :  PAC ISNU Ganding Peduli Dampak Covid-19 dengan Berbagi

“Inovasi ini diharapkan dapat diadaptasi oleh petani melon agar dapat meningkatkan daya saing produk, Sehingga pendapatan petani juga meningkat,” tutupnya.

Untuk diketahui, ikut serta pada keliling arena budidaya tersebut, kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sumenep Yayak Nurwahyudi sekaligus Petani Budidaya melon yang melakukan budidaya melon dilahan miliknya tepatnya di Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep. (Pur)

Dapatkan Berita Terupdate dari Lensa Madura di: