Merasa Dilecehkan, Para Janda di Sumenep Keluarkan Somasi

Minggu, 31 Desember 2023 - 20:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunitas janda yang tergabung dalam GWC saat jumpa pers menyikapi dugaan pelecehan oleh seorang inisial N saat jumpa pers di salah satu hotel di Sumenep (lensamadura.com/istimewa)

Komunitas janda yang tergabung dalam GWC saat jumpa pers menyikapi dugaan pelecehan oleh seorang inisial N saat jumpa pers di salah satu hotel di Sumenep (lensamadura.com/istimewa)

SUMENEP, lensamadura.com – Merasa dilecehkan, para janda di Sumenep yang tergabung dalam Organisasi Perempuan Great Widow Comunity (GWC), berang dan keluarkan somasi.

Pasalnya, seorang perempuan inisial NS yang diduga telah melecehkan komunitas GWC tak kunjung minta maaf.

Sementara, GWC menuntut NS minta maaf secara terbuka kepada anggota GWC terkait cuitanya di status WhatsApp.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terkait dugaan pelecehan ini kemudian GWC berkonsultasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ikatan Alumni Annuqayah (LBH IAA) terkait hal tersebut saat jumpa pers di salah satu hotel di Sumenep, 31 Desember 2023.

Baca Juga :  Pemdes Nyamplong Salurkan BLT BBM dan BPNT Kepada 210 KPM

Ketua I Bidang Pemberdayaan Perempuan organisasi GWC Sumenep Faizah Umar menjelaskan soal dugaan pelecehan oleh perempuan yang juga menjadi pimpinan perempuan di Sumenep.

Menurut Faizah, NS menulis di status WhatsApp yang kemudian membuat GWC merasa tersinggung dengan cuitan tersebut.

Cuitan itu awalnya diketahui oleh teman anggota Great Widow Community yang berteman secara kontak WhatsApp dengan NS. Kemudian, cuitan tersebut di screenshot dan dikirim ke salah satu anggota GWC.

Baca Juga :  Jaringan Internet di Pulau Raas Sumenep Hilang Lagi, Pemerintah Diminta Segera Bertindak

Pengurus GWC Sumenep kemudian menghubungi NS untuk mengklarifikasi maksud dan tujuan status WhatsApp tersebut.

“Waktu itu, NS bersedia untuk meminta maaf dan mengklarifikasi. Tapi, ditunggu sampai 1×24 jam belum ada,” kata Faizah dilansir dari Bangsapedia.

Melihat hal tersebut kata Faizah, pengurus GWC melaporkan hal tersebut, namun terlebih dahulu melakukan konsultasi dahulu dengan LBH IAA.

“Kita koordinasikan dengan LBH agar kejadian serupa tidak terjadi kembali. Karena cuitan itu telah menyakiti organisasi kami dan kaum perempuan secara umum,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua LBH IAA Sumenep Ach. Rifai akan mengkaji cuitan NS itu apakah masuk pada pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Eletronik (UU ITE) atau tidak.

Baca Juga :  AJI; Pentingnya Peran Jurnalis dan Tokoh Agama Jadi Garda Terdepan Menangkal Hoaks

Pengaduan GWC tetap ditindaklanjuti dengan pendekatan restoratif. Ketika ada itikad baik, berupa klarifikasi, meminta maaf secara umum maupun tertulis dalam waktu 1×24 jam bisa saja dimaafkan.

“Ketika dengan waktu yang ditentukan belum ada itikad baik, kita akan tempuh langkah-langkah somasi. Dan ketika belum juga mengindahkan, akan melakukan pelaporan atas nama pencemaran nama baik,” pungkasnya. (yan/red)

Berita Terkait

SDN Pancor II Gelar Tasyakuran Perpisahan, Ada Bazar sebagai Implementasi P5 Kurikulum Merdeka
Jaminan Hilang, BRI Pamekasan Akui Adanya Fraud Oknum Mantan Pegawai
Lima Komisioner KPU Sumenep Diisi Wajah Baru, Ini Daftar Namanya
Bappeda Sumenep Lakukan Sinkronisasi Dokumen RKPD dengan KEM-PPKF 2025
Warga Lebeng Barat, Pasongsongan Keluhkan Kondisi Proyek PATM
DPRD Sumenep Gelar Rapat Paripurna terkait Raperda RPJPD 2025-2045
Final! KPU Sumenep Tetapkan 1.967 TPS di Pilkada Serentak 2024
Mantan Kadis PUSDA Sumenep Disebut Biang Kasus Dugaan Korupsi Proyek PATM

Berita Terkait

Kamis, 13 Juni 2024 - 23:01 WIB

SDN Pancor II Gelar Tasyakuran Perpisahan, Ada Bazar sebagai Implementasi P5 Kurikulum Merdeka

Kamis, 13 Juni 2024 - 12:19 WIB

Jaminan Hilang, BRI Pamekasan Akui Adanya Fraud Oknum Mantan Pegawai

Kamis, 13 Juni 2024 - 11:45 WIB

Lima Komisioner KPU Sumenep Diisi Wajah Baru, Ini Daftar Namanya

Rabu, 12 Juni 2024 - 12:36 WIB

Bappeda Sumenep Lakukan Sinkronisasi Dokumen RKPD dengan KEM-PPKF 2025

Selasa, 11 Juni 2024 - 15:50 WIB

Warga Lebeng Barat, Pasongsongan Keluhkan Kondisi Proyek PATM

Senin, 10 Juni 2024 - 20:03 WIB

Final! KPU Sumenep Tetapkan 1.967 TPS di Pilkada Serentak 2024

Minggu, 9 Juni 2024 - 22:26 WIB

Mantan Kadis PUSDA Sumenep Disebut Biang Kasus Dugaan Korupsi Proyek PATM

Sabtu, 8 Juni 2024 - 20:44 WIB

Achmad Fauzi Wongsojudo Bakal Gandeng KH Imam Hasyim di Pilkada 2024?

Berita Terbaru