Mahfud MD Tegaskan Tak Akan Bubarkan Al-Zaytun, Begini Alasannya

Kamis, 13 Juli 2023 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Polhukam Prof Mahfud MD saat berbicara dalam Halaqah Ulama Nasional RMI PBNU bekerja sama dengan Kemenag di Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jatim (lensamadura.com/istimewa)

Menko Polhukam Prof Mahfud MD saat berbicara dalam Halaqah Ulama Nasional RMI PBNU bekerja sama dengan Kemenag di Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jatim (lensamadura.com/istimewa)

LAMONGAN, lensamadura.com – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof Mahfud MD menegaskan bahwa pihaknya tidak membubarkan Pesantren Al-Zaytun yang saat ini tengah berpolemik. Mahfud beralasan pembubaran ini berbahaya bagi pesantren karena akan menjadi preseden di kemudian hari.

Hal ini disampaikan Prof Mahfud dalam acara Halaqah Ulama Nasional Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) di Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur, Rabu, 12 Juli 2023.

“Kalau kita bubarkan pesantren nanti jadi preseden. Suatu saat kalau ada orang lain yang berkuasa, visinya beda dengan kita, cara memandang Islam beda dengan kita, cara menghadapi negara beda dengan kita, bisa saja pesantren-pesantren kita yang dibubarkan,” kata Prof Mahfud melansir NU Online.

Karena itu, sampai sekarang, pemerintah tidak pernah membubarkan pesantren. Sebab, hal ini demi menghindari membuat preseden membubarkan pesantren. Mahfud mencontohkan bahwa Pesantren Ngruki yang banyak melahirkan teroris juga tidak dibubarkan.

“Terus gimana? Kita berpikir tidak usah bubarkan pesantren,” tegasnya.

Oleh karena itu, pemerintah mengambil langkah untuk mengambil tindakan hukum terhadap pimpinannya, yaitu Panji Gumilang. “Itu, saudara, yang kita tindak secara hukum, bukan pesantrennya,” ujar pria asal Madura ini.

Baca Juga :  Kemenag Luncurkan Layanan Pengaduan Jemaah Haji melalui Aplikasi Pusaka

Adapun pesantrennya sendiri, lanjut dia, nanti akan dibina. Sebab, Pesantren Al-Zaytun tidak pernah melahirkan teroris sebagaimana Pesantren Ngruki. Alumni dan kurikulumnya pun ia nilai bagus. “Tapi di balik itu yang kita tindak,” tuturnya.

Pemerintah menindak Panji Gumilang secara pidana karena diduga melakukan pencucian uang dengan pengumpulan uang secara ilegal yang disamarkan seakan menjadi uang halal. Selain itu, Mahfud juga mencurigai uang yang masuk dan keluar dari sejumlah rekening pesantren tersebut.

“Pesantren Al-Zaytun memiliki 360 rekening bank. 145 rekening kami bekukan karena dugaan pencucian uang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ketum KONI Jatim Sebut FIFA U-17 Momentum Penentu Masa Depan Timnas Indonesia

Mahfud juga membeberkan bahwa pihaknya menemukan 295 sertifikat tanah hak milik atas nama Panji Gimilang, anak, dan istrinya. “Kita tidak akan menindak pesantrennya. Tapi, kita akan menindak orangnya dalam tindak pidana,” tegasnya lagi.

Dana BOS, misalnya, mula masuk ke institusi lalu berpindah ke orang tanpa pertanggungjawaban yang jelas menurut administrasi. Ada juga dana pengirimnya Gubernur NII.

“Itu semua. Tanah juga. 1300 hektar. 295 dicurigai kekayaan yayasan yang masuk pribadi. Yang dilaporkan masyarakat tentang penistaan agama biar berproses untuk menggali hukumnya sendiri,” pungkasnya. (nu/red)

Berita Terkait

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1445 H Jatuh pada Rabu 10 April 2024
Pelindo Jamin Kepelabuhanan tetap Optimal selama Libur Lebaran 2024
Jelang PON 2024, KONI Jatim Maksimalkan Cabor Bela Diri
Menhub Lepas Keberangkatan Mudik Gratis Kapal Laut
KONI Jatim Undang Tiga Tuan Rumah Persiapan Porprov 2025
KONI Jatim Bakal Gelar Rakerprov Bahas Persiapan PON XXI dan Program Kerja 2024
Pelindo Petikemas Setor Kewajiban ke Negara Rp1,51 triliun, Ini Rinciannya
Pelindo Berbagi Ramadhan 2024, Ada Santunan Anak Yatim hingga Sembako Gratis
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 April 2024 - 21:00 WIB

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1445 H Jatuh pada Rabu 10 April 2024

Senin, 8 April 2024 - 23:29 WIB

Pelindo Jamin Kepelabuhanan tetap Optimal selama Libur Lebaran 2024

Minggu, 7 April 2024 - 18:21 WIB

Jelang PON 2024, KONI Jatim Maksimalkan Cabor Bela Diri

Sabtu, 6 April 2024 - 15:41 WIB

Menhub Lepas Keberangkatan Mudik Gratis Kapal Laut

Jumat, 5 April 2024 - 23:00 WIB

KONI Jatim Undang Tiga Tuan Rumah Persiapan Porprov 2025

Kamis, 4 April 2024 - 19:00 WIB

KONI Jatim Bakal Gelar Rakerprov Bahas Persiapan PON XXI dan Program Kerja 2024

Jumat, 29 Maret 2024 - 21:00 WIB

Pelindo Petikemas Setor Kewajiban ke Negara Rp1,51 triliun, Ini Rinciannya

Senin, 25 Maret 2024 - 23:00 WIB

Pelindo Berbagi Ramadhan 2024, Ada Santunan Anak Yatim hingga Sembako Gratis

Berita Terbaru