Hendak Azan Subuh, Pria Paruh Baya di Sumenep Diduga Dianiaya Takmir Masjid

Kamis, 8 Juni 2023 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Munawi (61) korban penganiayaan saat hendak dibawa ke Klinik Lab Medis La Boras Pamekasan (lensamadura.com/istimewa)

Munawi (61) korban penganiayaan saat hendak dibawa ke Klinik Lab Medis La Boras Pamekasan (lensamadura.com/istimewa)

SUMENEP, lensamadura.com – Munawi (61) harus menerima perlakuan tidak mengenakkan dari Takmir Masjid Al-Basyir, Dusun Komes, Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, inisial M (32). Pasalnya, lelaki paruh baya itu diduga dianiaya oleh M saat hendak azan subuh, sekitar pukul 04.00 WIB, Selasa, 30 Mei 2023.

Kronologi dugaan itu, versi keluarga korban mengatakan, korban pergi ke Masjid Al-Basyir yang terletak di sebelah selatan rumahnya untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah. Korban hendak mengumandangkan azan karena sudah masuk waktu subuh. Belum sempat melantunkan kalimat adzan, korban dihalangi oleh M, dengan alasan ada seseorang yang meminta korban untuk tidak melantunkan azan.

“Bapak saya dengan terlapor sempat cekcok, hingga M diduga memukul kepala bapak saya hingga tersungkur,” kata Sutila, anak korban, Kamis, 8 Juni 2023.

Setelah itu, masih versi keluarga, kepala korban mengeluarkan darah, karena mengalami luka robek di bagian dahi akibat dugaan pemukulan tersebut. Tidak hanya sampai di situ, M diduga juga menendang rusuk korban waktu tersungkur.

“Bapak saya tidak melawan, karena sudah sepuh. Niat bapak cuman ingin ibadah di mesjid,” ungkap Sutila, menirukan penjelasan bapaknya pasca dianiaya.

Berlandaskan kejadian tersebut, korban beserta keluarga melaporkan dugaan penganiayaan yang menyebabkan luka serius ke Polsek Pasongsongan. Laporan itu tertuang dalam Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/B/06/V/2023/SPKT/Polsek Pasongsongan/Polres Sumenep/Polda Jawa Timur. Tertanggal 30 Mei 2023.

Baca Juga :  Lomba Domino Meriahkan HUT ke 59 Korem 132 Tadulako Palu

“Kami menginginkan terlapor dihukum seberat-beratnya. Karena sudah menganiaya orang tua saya yang ingin melaksanakan shalat subuh,” pintanya.

Pada hari Kamis, 01 Juni 2023, korban mengalami sesak nafas yang membuat keluarga panik. Keesokan harinya korban dibawa ke klinik Laboratorium Media LA Boras Pamekasan.

“Dari keterangan dokter yang menangani hasil labnya, ada benturan yang keras pada tulang rusuk dan pinggang yang menyebabkan bengkak dan sakit pada korban,” ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Pasongsongan AKP Muhammad Haqqul Musliminal Muachid mengatakan, pihaknya sudah menindaklanjuti laporan korban.

Baca Juga :  FPR Gelar Mubes Ke-II dan Dialog Kemigasan

“Intinya kita sudah terima laporannya, untuk saat ini sudah dalam tahap penyelidikan dan pemanggilan saksi-saksi,” ungkap Mantan Kapolsek Talango itu.

Pihaknya sudah melayangkan surat pemanggilan pada dua saksi untuk dimintai keterangannya pada kasus dugaan penganiayaan.

“Paling tidak tiga hari, kecuali saksi itu pengen sukarela, besok datang ya tidak apa-apa. Sesuai SOP dua sampai tiga hari, apalagi Montorna itu jauh” katanya.

Pihaknya menjelaskan, setelah selesai pemeriksaan saksi-saksi, aparat penegak hukum nantinya akan melaksanakan gelar perkara.

“Kalau sudah cukup dari pemeriksaan saksi-saksi, baru akan naikkan status terlapor ke penyidikan. Kalau sudah dianggap cukup baru kita naikkan ke status tersangka,” tandasnya. (us/red)

Penulis : Ubay Shabaro

Editor : Rifqi

Berita Terkait

Kakek Warga Pagerungan Besar Sapeken Ditemukan Tewas Gantung Diri
Meriahkan Malam Idul Fitri, Kalebun Jangkong Undang musik Tong-tong ini
Keluarga Besar UPP Telaga Biru Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadhan bersama Anak Yatim
Di Hadapan Menhub, Kepala KSOP Kalianget Laporkan Mudik Jalur Laut Lancar tanpa Penumpukan Penumpang
Media Peka Aksara bersama Bupati Sumenep Berikan Santunan untuk 30 Anak Yatim
PPP Siapkan Calon Bupati Sumenep 2024-2029
Kemenhub melalui Dirjen Hubla Kerahkan Kapal Negara Bantu Pemudik Tujuan berbagai Pulau di Sumenep
Crew Tak Roniro Bagikan Takjil Gratis di Area Pasar Legung Sumenep
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 April 2024 - 11:52 WIB

Kakek Warga Pagerungan Besar Sapeken Ditemukan Tewas Gantung Diri

Selasa, 9 April 2024 - 21:48 WIB

Meriahkan Malam Idul Fitri, Kalebun Jangkong Undang musik Tong-tong ini

Selasa, 9 April 2024 - 17:57 WIB

Keluarga Besar UPP Telaga Biru Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadhan bersama Anak Yatim

Senin, 8 April 2024 - 22:52 WIB

Media Peka Aksara bersama Bupati Sumenep Berikan Santunan untuk 30 Anak Yatim

Senin, 8 April 2024 - 19:37 WIB

PPP Siapkan Calon Bupati Sumenep 2024-2029

Minggu, 7 April 2024 - 18:00 WIB

Kemenhub melalui Dirjen Hubla Kerahkan Kapal Negara Bantu Pemudik Tujuan berbagai Pulau di Sumenep

Sabtu, 6 April 2024 - 19:28 WIB

Crew Tak Roniro Bagikan Takjil Gratis di Area Pasar Legung Sumenep

Sabtu, 6 April 2024 - 13:34 WIB

Mudik Gratis Program Dirjen Hubla Tujuan Kalianget-Kangean Sumenep Disambut Antusias, Berikut Jadwal Arus Baliknya

Berita Terbaru