Kepala Disdik Sumenep Tegaskan Pengadaan Seragam Siswa Untuk Berdayakan Penjahit Lokal

Minggu, 11 Desember 2022 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Lensamadura.com Agus Dwi Saputra Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep mempertegas kembali tujuan pengadaan seragam gratis untuk siswa di Kabupaten Sumenep.

Intruksi Bupati Sumenep Achmad Fauzi diberbagai media bahwa untuk pengadaan seragam peserta didik baru agar melibatkan penjahit lokal Sumenep. Upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi pasca Covid-19.

Dalam kesempatan wawancara dengan wartawanlensamadura.com, Rabu 7 Desember 2022 Kepala Disdik Agus Dwi Saputra menyampaikan berbagai hal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Antara lain terkait pengadaan seragam itu selain bertujuan memberikan seragam secara gratis juga diupayakan ada efek samping terhadap pemberdayaan penjahit lokal.

Seragam gratis yang akan diberikan kepada siswa baru bukan produk pabrikan, melainkan seragam yang diproduksi oleh penjahit lokal Sumenep.

Sebelum itu, Agus juga menegaskan disalah satu media online mengenai tujuan pengadaan seragam gratis bagi 16 ribu siswa SD dan MI Tahun ajaran 2022/2023 tersebut.

Baca Juga :  Validasi Data Ekonomi, Kadin Jatim Lakukan Audiensi dengan BPS

“Kami bisa saja langsung memesan ke pabrikan. Tetapi karena ini intruksi Pak Bupati yang mempunyai semangat tinggi untuk memberdayakan ekonomi masyarakat warga Sumenep, maka kami menggandeng para penjahit lokal untuk memproduksi seragam gratis ini,” kata Kepala Disdik Rabu 29 Juni 2022 seperti dilansirWartazone.com.

Sementara, mengenai keterlambatan seragam tersebut kata Kepala Disdik Agus karena kendala ukuran dan jumlah murid.

Namanya tahun ajaran baru tentu nunggu data pokok pendidikan (Dapodik) serta EMIS untuk Kemenag.

“Untuk mengetahui jumlah murid kalau ajaran baru tepatnya di Bulan Juli, tidak bisa dinas membuat ukuran ngawur tanpa ada pendataan dari masing-masing sekolah. Tidak semudah yang kamu bayangkan, apalagi yang dapat bantuan ini peserta didik baru, kalau kelas II ya bisa di awal tahun,” terang Agus saat ditemui di ruang kerjanya.

Baca Juga :  Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik RSUD Sumenep Bagikan Tips Atasi Plantar Fasciitis

Pendataan terkait penjahit lokal sudah ada di Canteng Koning dan penjahit Rubaru. Ketentuan biaya jahit Rp. 40 ribu dan akhir bulan harus selesai.

“Sasarannya memang pertama pemberian seragam secara gratis dan efek sampingnya pemberdayaan, kalau ditanya dinas pendidikan apa jobnya, ya bukan untuk pemberdayaan mas,”

Pemda Itu kalau untung mau, kalau rugi tidak mau, prinsipnya kan begitut, “Tegas Agus.

Sementara itu, Baburrahman pemenang tander menyampaikan, kalau di ukur dengan biaya penjahit lokal bisa-bisa harganya diatas teladan.

“Kalau harga di atas teladan, nanti bahasanya yang akan muncul ‘kenapa tidak beli saja, menghambur-hamburkan uang negara’ kan repot Mas,” terang Babur.

“Kalau ukuran harga jahit taylor, gak bisa dibawa ke konveksi Mas. Coba saja tawarkan ke dinas kalau harga jahit lokal Rp. 60 ribu saya yakin dinas gak akan berani pasang harga jahit Rp. 60vribu”, tuturnya kepada medialensamadura.com Rabu 07 Desember 2022.

Kebutuhan seragam kata Babur sebanyak 16 ribu stel. Ketemunya harga Rp. 175.000 per-seragam. Babur mengatakan ‘bunga Bank 1,5 persen siapa yang mau bayar?’ bunga tersebut beda dengan pajak.

Baca Juga :  147 Warga Pamekasan Dapat Bantuan Atensi

Modal untuk bayar pinjaman Rp. 3 M mau dapat dari mana kalau tidak pinjam ke bank? Semua pengusaha pasti main bank, Kan dihitung itu mas bunga pinjaman saya ke-bank,” urainya.

Kalau proyek ini hanya menghasilkan Rp. 5 juta dengan cara pinjam modal Rp. 3 M pihaknya tidak mau, lebih baik mau bantu saja.

Untuk diketahui, proyek pengadaan seragam siswa SD dan MI se-Sumenep itu menyedot anggaran dari APBD Sumenep 2022 Rp. 3,2 Miliar. (Pur/Yan)

Berita Terkait

PPP Sumenep Buka Pendaftaran Bacabup dan Bacawabup untuk Pilkada 2024
Pemkab Bangkalan Luncurkan Implementasi dan Sosialisasi SSK, Ini Tujuannya
Kapolres Pamekasan Dapat Penghargaan Pimpinan Institusi Peduli Kebebasan Pers
Garda Pemuda NasDem Sumenep Geram atas Fitnah dan Tudingan tak Terbuka soal Dana Banpol
Jelang Pilkada 2024, Wakil Ketua DPD Hanura Jatim Mudhor Ali Resmi Daftar Bacawabup Bangkalan
Poli Rehabilitasi Medik RSUD Sumenep Sediakan Layanan Kesehatan bagi Lansia Penderita Osteoarthritis
IPSI Sumenep Susun Program Kerja 2024-2028
Nyai Hj Romlah Rawatib kembali Pimpin Muslimat NU Sentol Laok Periode 2024-2029

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 14:14 WIB

PPP Sumenep Buka Pendaftaran Bacabup dan Bacawabup untuk Pilkada 2024

Jumat, 24 Mei 2024 - 13:52 WIB

Pemkab Bangkalan Luncurkan Implementasi dan Sosialisasi SSK, Ini Tujuannya

Jumat, 24 Mei 2024 - 10:38 WIB

Kapolres Pamekasan Dapat Penghargaan Pimpinan Institusi Peduli Kebebasan Pers

Kamis, 23 Mei 2024 - 09:01 WIB

Garda Pemuda NasDem Sumenep Geram atas Fitnah dan Tudingan tak Terbuka soal Dana Banpol

Rabu, 22 Mei 2024 - 20:48 WIB

Jelang Pilkada 2024, Wakil Ketua DPD Hanura Jatim Mudhor Ali Resmi Daftar Bacawabup Bangkalan

Selasa, 21 Mei 2024 - 17:12 WIB

Poli Rehabilitasi Medik RSUD Sumenep Sediakan Layanan Kesehatan bagi Lansia Penderita Osteoarthritis

Selasa, 21 Mei 2024 - 13:45 WIB

IPSI Sumenep Susun Program Kerja 2024-2028

Senin, 20 Mei 2024 - 20:52 WIB

Nyai Hj Romlah Rawatib kembali Pimpin Muslimat NU Sentol Laok Periode 2024-2029

Berita Terbaru