Terima Penghargaan Vaksinasi PMK Terbanyak Di Jawa Timur, DKPP Sumenep Tingkatkan Pendampingan Ke Peternak

Kamis, 24 November 2022 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Arif Firmanto, S.TP., M.Si (Kiri) Kepala Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep saat menerima penghargaan vaksinasi PMK Terbanyak di Jawa Timur.

Foto. Arif Firmanto, S.TP., M.Si (Kiri) Kepala Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep saat menerima penghargaan vaksinasi PMK Terbanyak di Jawa Timur.

SURABAYA, Lensamadura.com Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (DKPP) Sumenep terima Penghargaan Peringkat ke XI (Sebelas) kabupaten dengan capaian Vaksinasi PMK terbanyak di Jawa Timur, Kamis 24/11/2022.

Penghargaan tersebut diberikan pada pembukaan Rapat Evaluasi Akhir Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Provinsi Jatim 2022 yang bertempat di Grand Dafam Hotel Surabaya.

Diketahui, kabupaten dengan Capaian kinerja vaksinasi terbanyak diterima oleh Kabupaten Sumenep, kab. Tulungagung, Kab. Malang, Kab. Pasuruan, Kab. Bojonegoro, Kab. Kediri, Kab. Banyuwangi, Kab. Blitar, Kab. Pamekasan, Kab. Jember, Kab. Jombang, Kab. Lamongan, Kab. Tuban, Kab. Ponorogo, Dan Kab. Sampang. Kota Madiun, Kota Batu, Kota Probolinggo, dan Kota Kediri turut menerima penghargaan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Arif Firmanto menyampaikan Terimakasih kepada petugas dinas, vaksinator, stakeholder, dan berbagai pihak lainnya yang sudah membantu pekerjaan kita.

Baca Juga :  Mathur Khusyairi Lakukan Monitoring Covid-19 ke Pamekasan

Utamanya sinergi dari TNI, POLRI, juga babinsa dan babinkamtibmas.

“Pencapaian ini bukan hanya kerja keras dinas, lebih dari itu seluruh masyarakat peternak disumenep yang bergotong royong demi memutus mata rantai penyebaran kasus PMK yang mengkhawatirkan bulan sebelumnya”, ungkapnya Kepala Dinas ketahanan pangan dan Pertanian kepada http://lensamadura.com usai menerima penghargaan.

Ditambahkan, atas capaian ini harus kita tafsiri ke depan agar lebih waspada dan aktif memberi dampingan kepada peternak di sumenep.

Jangan lupa, kita tetap harus waspada. Hewan yang sakit meski hanya 2% pun, harus segera ditangani dengan cekatan.

“Yang terpenting bukanlah berapa hewan yang mati melainkan adalah capaian kita, Dan kini tingkat kasus melandai berkat vaksinasi yang terus meningkat disumenep,” ungkapnya.

Baca Juga :  Domain Presiden, Terlalu Dini Bicara Pengganti Kapolri

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep drh zulfa mengungkapkan penghargaan tersebut diterima karena Kabupaten Sumenep dinilai telah mampu melakukan pengendalian PMK dengan baik. Dari awal kasusnya yang banyak, akhirnya bisa terus turun.

“Populasi ternak di Kabupaten Sumenep yang terpapar PMK awalnya tinggi sampai (6rb) kasus. Kemudian dengan adanya pengobatan dan vaksinasi, akhirnya kasus PMK bisa turun,” ujarnya.

Tidak hanya itu jelas zhuelfa sapaan akrabnya, pihaknya juga memaksimalkan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat bekerja sama dengan Dinas Kominfo melalui media cetak, online dan TV. Mungkin itu menjadi salah satu penilaian dari Satgas Penanganan PMK Provinsi Jawa Timur.

Bahkan ada penerbitan woro-woro di salahsatu media online yang dilakukan oleh DKPP Sumenep untuk meningkatkan KIE kepada masyarakat terkait penanganan PMK di Kabupaten Sumenep,” jelasnya.

Baca Juga :  LaNyalla Minta Kapolri Atensi Kasus Pembunuhan Wartawan dan Penangkapan Anggota Pers Mahasiswa Sulsel

Menurutnya, penghargaan ini bisa dijadikan sebagai momentum bagi Kabupaten sumenel, khususnya Disperta Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner serta seluruh petugas teknis yang ada di kecamatan maupun desa untuk lebih meningkatkan pelayanan, penanganan dan pengedalian PMK.

“PMK ini tidak hanya setahun hingga lima tahun saja. Karena yang namanya virus akan masih ada di dalam tubuh hewan walaupun kelihatannya sudah sembuh. Oleh karena itu, hiegine sanitasi dan biosecurity harus tetap dilaksanakan dan dilakukan oleh masyarakat.

KIE kepada masyarakat tetap disampaikan walaupun kasusnya tetap melandai di Kabupaten Sumenep pada khususnya dan Indonesia pada umumnya,” Paparnya, (Pur)

Berita Terkait

Kakek Warga Pagerungan Besar Sapeken Ditemukan Tewas Gantung Diri
Meriahkan Malam Idul Fitri, Kalebun Jangkong Undang musik Tong-tong ini
Keluarga Besar UPP Telaga Biru Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadhan bersama Anak Yatim
Di Hadapan Menhub, Kepala KSOP Kalianget Laporkan Mudik Jalur Laut Lancar tanpa Penumpukan Penumpang
Media Peka Aksara bersama Bupati Sumenep Berikan Santunan untuk 30 Anak Yatim
PPP Siapkan Calon Bupati Sumenep 2024-2029
Kemenhub melalui Dirjen Hubla Kerahkan Kapal Negara Bantu Pemudik Tujuan berbagai Pulau di Sumenep
Crew Tak Roniro Bagikan Takjil Gratis di Area Pasar Legung Sumenep
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 April 2024 - 11:52 WIB

Kakek Warga Pagerungan Besar Sapeken Ditemukan Tewas Gantung Diri

Selasa, 9 April 2024 - 21:48 WIB

Meriahkan Malam Idul Fitri, Kalebun Jangkong Undang musik Tong-tong ini

Selasa, 9 April 2024 - 17:57 WIB

Keluarga Besar UPP Telaga Biru Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadhan bersama Anak Yatim

Senin, 8 April 2024 - 22:52 WIB

Media Peka Aksara bersama Bupati Sumenep Berikan Santunan untuk 30 Anak Yatim

Senin, 8 April 2024 - 19:37 WIB

PPP Siapkan Calon Bupati Sumenep 2024-2029

Minggu, 7 April 2024 - 18:00 WIB

Kemenhub melalui Dirjen Hubla Kerahkan Kapal Negara Bantu Pemudik Tujuan berbagai Pulau di Sumenep

Sabtu, 6 April 2024 - 19:28 WIB

Crew Tak Roniro Bagikan Takjil Gratis di Area Pasar Legung Sumenep

Sabtu, 6 April 2024 - 13:34 WIB

Mudik Gratis Program Dirjen Hubla Tujuan Kalianget-Kangean Sumenep Disambut Antusias, Berikut Jadwal Arus Baliknya

Berita Terbaru