by

Dukung Produksi Pertanian Indonesia, Puslitbangnak Gelar Rakor Supervisi Kementan di Sumenep

SUMENEP, lensamadura.com Dinas Ketahanan Pangan Dan Peternakan (DKPP) Sumenep terima kunjungan tim supervisi pusat penelitian dan pengembangan peternakan (PUSLITBANGNAK) dalam rangka pelaksanaan Rapat Kordinasi (Rakor)  di kantor Allium Ascalonicum DKPP Sumenep, tepatnya di Jalan Manikam, Dalem Anyar, Bangselok, Kec. Kota Sumenep, Madura Jawa Timur, Kamis, 15/09/2022.

Kegiatan Rakor tersebut merupakan agenda rutin yang diikuti seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang membawahi pertanian dan peternakan se-Madura.

Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rakor ini yang dilakukan untuk kedua kalinya di Sumenep.

Ia berharap kegiatan ini dapat menggugah kegiatan pertanian, khususnya di Sumenep dan Madura pada umumnya sehingga dapat lebih maju lagi.

“Termasuk menjadikan petani lebih maju, mandiri dan modern serta mampu meningkatkan kesejahteraan para petani,” tuturnya.

Rakor yang berlangsung dua hari ini diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri dari Tim Supervisi Puslitbang Peternakan dan seluruh Kepala Dinas yang membawahi pertanian dan peternakan se-Madura serta para penyuluhnya.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh PUSLITBANGNAK sebagai Penanggung Jawab Supervisi dan Pendampingan Kegiatan Program Utama Kementerian Pertanian wilayah Madura sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian No. 84/Kpts/OT.050/M/01/2020 dalam rangka melakukan pendampingan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Model Kostratani,” tambahnya.

Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (PUSLITBANGNAK) Narta menyampaikan, bahwa koordinasi dan supervisi Program Strategis Kementerian Pertanian yang dilakukan oleh Tim Supervisi Puslitbangnak merupakan bagian upaya mendukung kesuksesan produksi pertanian Indonesia, termasuk Madura.

Melalui kegiatan supervisi program strategis Kementan tersebut pemerintah pusat akan mengetahui data hasil produksi pertanian, termasuk peternakan di seluruh Indonesia. Dinyatakannya pula database komoditas utama pertanian sangat diperlukan untuk pengambilan kebijakan para pimpinan.

Untuk itu, Narta sapaan akrabnya menekankan kepada BPP dan Dinas yang menangani pertanian dan peternakan se-Madura untuk secara rutin menyampaikan laporan perkembangan  dengan meng-update database Kostratani.

Ditambahkan, dari Sumenep, Sampang, Pamekasan dan Bangkalan produksi pertaniannya sangat stabil dan bagus. Semisal di Sumenep, hasil produksi pertanian selalu mencapai seratus persen lebih.

Dengan demikian, pihaknya berharap, DKPP Sumenep untuk terus meningkatkan lagi, karena kebutuhan ekspor bisa terpenuhi.

“Kita perlu memperbaiki, memperbarui, dan memverifikasi data perkembangan pertanian secara periodik sehingga informasi yang sampai ke Kementan itu valid,” tutupnya. (Pur)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.